PANGANDARAN – Sebagian besar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Desa Cibenda, Kabupaten Pangandaran, selama ini belum memiliki standar produksi maupun sistem branding yang baku. Kondisi ini membuka peluang bagi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 204 untuk turun tangan lewat program pendampingan produksi pangan yang lebih baik.
Program yang rampung pada 15 Agustus 2026 ini menyasar 25 UMKM tahap survei di Desa Cibenda, dengan 4 UMKM di antaranya menerima edukasi praktik produksi secara langsung melalui pendekatan kunjungan door to door.
Tahapan dari Survei hingga Serah Terima Alat
Kegiatan berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai dari survei UMKM pada 14-19 Juli 2026, dilanjutkan pengambilan data dan wawancara langsung kepada pelaku usaha, edukasi praktik produksi kepada UMKM terpilih, hingga penyerahan contoh peralatan produksi yang baik pada 15 Agustus 2026. Pendekatan door to door sengaja dipilih agar edukasi dan penyerahan contoh sarana bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing UMKM.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya ketiadaan data UMKM yang lengkap di tingkat desa sehingga harus melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Meski begitu, antusiasme dan respons positif dari para pelaku UMKM menjadi faktor pendukung utama kelancaran program.
Bangun Kepercayaan Konsumen Lewat Standar Produksi
Fokus pendampingan ini didasari pertimbangan bahwa peluang membangun kepercayaan konsumen di Cibenda masih terbuka luas, mengingat standar produksi dan branding UMKM setempat belum baku. Lewat edukasi praktik produksi yang baik, tim berharap pelaku UMKM dapat mulai membangun citra usaha yang lebih profesional sekaligus memperkuat daya saing produk mereka di pasar lokal.
Mahasiswa KKN UNS berharap para pelaku UMKM yang telah menerima edukasi dan bantuan sarana produksi dapat menerapkan praktik tersebut secara berkelanjutan. Mereka juga mendorong adanya tindak lanjut dari Pemerintah Desa Cibenda untuk memperluas pendampingan kepada UMKM lain yang belum tersentuh program ini.
Program ini turut didukung Kepala Desa Cibenda yang memberikan izin pelaksanaan kegiatan, Kantor Desa Cibenda yang membantu koordinasi serta fasilitas kelancaran program, Kepala Dusun setempat yang membantu memberikan informasi terkait data UMKM, serta warga yang turut memberikan informasi tambahan mengenai UMKM setempat. Para pelaku UMKM sendiri berperan aktif sebagai partisipan utama dalam seluruh rangkaian survei, edukasi, dan penerimaan contoh sarana produksi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































