Kediri (2/10). Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Wali Barokah, Ust. H. Asyhari Eko Prayitno, menyampaikan nasihat agama yang mendalam dan penuh makna di hadapan ratusan jamaah usai pelaksanaan ibadah Salat Jumat di Masjid Baitul A’la, Kediri, pada Jumat (2/10).
Nasihat yang disampaikan secara khidmat tersebut mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbarui komitmen ketakwaan, menyadari hakikat keberadaan manusia di dunia, serta mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat yang kekal.
Dalam mukadimah nasihatnya, Asyhari menegaskan bahwa wasiat takwa merupakan pondasi utama yang tidak boleh diabaikan oleh setiap hamba. Ia menjelaskan bahwa ketakwaan pada hakikatnya adalah wujud nyata ketaatan manusia dalam menjalankan seluruh perintah Allah SWT sekuat kemampuan yang dimiliki, seraya dengan sungguh-sungguh menjauhi segala bentuk larangan serta batasan yang telah ditetapkan dalam ajaran agama. Selain itu, ketakwaan juga menuntut keyakinan yang utuh terhadap seluruh kebenaran yang tertuang di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis.
“Ketakwaan merupakan jalan satu-satunya menuju keselamatan,” ujar Asyhari di hadapan para jamaah. “Seluruh manusia, apa pun agamanya, pasti menginginkan keselamatan, dan jalan keselamatan bagi kita adalah dengan menetapi ketakwaan kepada Allah. Takwa juga merupakan kunci dari setiap kebaikan. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari apa pun permasalahan yang kita hadapi,” lanjutnya menekankan pentingnya menjadikan takwa sebagai landasan setiap perbuatan.
Selanjutnya, Asyhari mengajak para jamaah untuk merenungi perjalanan waktu dan hakikat kehidupan dunia yang dinilainya penuh dengan kefanaan. Setiap detik yang dilalui manusia di dunia pada dasarnya terus mengurangi jatah umur yang diberikan oleh Sang Pencipta, sehingga keberadaan manusia di alam fana ini sesungguhnya semakin hari justru semakin mendekati garis akhir.
Dunia hanyalah sebuah tempat persinggahan sementara yang kelak pasti ditinggalkan, sedangkan alam akhirat adalah kediaman sejati yang akan ditempati untuk selama-lamanya.
“Dunia yang kita tempati ini adalah tempat untuk menanam kebaikan, menanam pengamalan, menanam amal dan pekerjaan-pekerjaan yang baik, sedangkan panennya adalah ketika kita berada di akhirat,” ungkap Asyhari.
“Ketika di dunia kita menanam kebaikan, maka yang kita panen di akhirat juga kebaikan. Sebaliknya, kalau yang kita tanam adalah sesuatu yang jelek, maka ketika di akhirat kita juga akan memanen sesuatu yang jelek,” tegasnya.
Lebih jauh, Humas Ponpes Wali Barokah ini mengingatkan bahwa seluruh karunia dan nikmat yang diterima manusia selama hidup di dunia tidak ada yang gratis, melainkan kelak akan dimintai pertanggungjawaban yang sangat terperinci di hadapan Allah SWT.
Anggota badan seperti mata yang bisa melihat, tangan yang bisa bergerak, kaki yang bisa berjalan, hingga helai napas yang dihirup setiap saat akan dimintai pertanggungjawabannya.
Merujuk pada ajaran Rasulullah SAW, Asyhari menjelaskan bahwa seorang hamba pada hari kiamat tidak akan bergeser dari tempatnya sebelum ditanya mengenai empat perkara mendasar, yaitu mengenai umurnya yang dihabiskan untuk apa, ilmunya apakah telah diamalkan atau sekadar ditulis dan didengar, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta kondisi fisiknya apakah lelah digunakan untuk berjalan ke masjid dan melakukan kebaikan atau justru untuk hal yang tidak baik.
Menutup penyampaiannya, Asyhari mengimbau seluruh jamaah agar tidak terbuai oleh angan-angan duniawi yang sering kali memperdaya dan membuat manusia menunda-nunda amal saleh. Banyak manusia yang menyusun banyak rencana dan cita-cita, namun ajal justru datang terlebih dahulu sebelum angan-angan tersebut sempat terwujud.
“Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok,” tutur Asyhari mengingatkan nasihat klasik yang sangat relevan bagi setiap Muslim.
“Dalam urusan akhirat, jangan menunda-nunda amal dan anggaplah hari ini adalah kesempatan terakhir kita untuk beramal. Tidak ada yang tahu kapan ajal kita datang, oleh karena itu mari kita semangatkan diri untuk terus beribadah dan memperbanyak amal saleh,” pungkasnya sebelum memimpin doa bersama yang diamini oleh seluruh jamaah Masjid Baitul A’la.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































