SERANG – Kenaikan harga bahan baku sering kali menjadi situasi yang membuat pelaku usaha harus berpikir ulang. Ketika harga tepung, minyak, gula, daging, kemasan, atau bahan produksi lainnya meningkat, biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu produk ikut bertambah. Pada kondisi seperti ini, menaikkan harga jual terlihat sebagai solusi yang paling mudah. Namun, apakah keputusan tersebut selalu tepat?
Dalam dunia bisnis, keputusan mengenai harga tidak cukup hanya berdasarkan perasaan atau mengikuti harga pesaing. Perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu seberapa besar kenaikan biaya yang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap laba. Di sinilah akuntansi manajemen memiliki peran penting. Akuntansi manajemen membantu pihak internal perusahaan memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan, mengendalikan biaya, dan menentukan keputusan bisnis.
Menurut Rudianto (2013), akuntansi manajemen memberikan informasi yang dibutuhkan manajemen dalam pengambilan keputusan strategis. Pembahasannya mencakup klasifikasi dan perilaku biaya, analisis biaya-volume-laba, biaya diferensial, hingga penetapan harga jual.
Ketika Biaya Produksi Mulai Berubah
Bayangkan sebuah usaha menjual satu porsi makanan dengan harga Rp20.000. Sebelum terjadi kenaikan harga bahan baku, biaya variabel untuk membuat satu porsi adalah Rp11.000. Artinya, masih terdapat Rp9.000 dari setiap produk yang dapat digunakan untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.
Kemudian harga bahan baku mengalami kenaikan. Biaya variabel per porsi berubah menjadi Rp14.000. Jika harga jual tetap Rp20.000, maka selisih yang tersisa hanya Rp6.000.
Perubahan tersebut terlihat sederhana, tetapi jika produk yang dijual mencapai ribuan unit dalam satu bulan, dampaknya terhadap laba bisa cukup besar. Misalnya perusahaan menjual 1.000 produk, penurunan margin kontribusi sebesar Rp3.000 per produk berarti terdapat perubahan sebesar Rp3 juta pada total margin kontribusi.
Angka seperti inilah yang perlu diperhatikan manajemen. Jadi, masalahnya bukan sekadar “bahan baku naik”, melainkan bagaimana perubahan biaya tersebut memengaruhi keseluruhan kegiatan bisnis.
Harga Jual Bukan Satu-Satunya Jawaban
Saat biaya bahan baku meningkat, perusahaan sebenarnya memiliki beberapa pilihan. Harga jual bisa dinaikkan, tetapi perusahaan juga dapat mencari pemasok lain, melakukan negosiasi harga, mengurangi pemborosan bahan baku, memperbaiki proses produksi, atau meninjau kembali komponen biaya lainnya.
Pilihan tersebut tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat harga bahan baku. Manajemen perlu membandingkan konsekuensi dari masing-masing alternatif.
Misalnya, menaikkan harga dari Rp20.000 menjadi Rp22.000 dapat mengembalikan margin kontribusi yang sebelumnya hilang. Akan tetapi, bagaimana jika kenaikan harga membuat konsumen mengurangi pembelian? Jika sebelumnya perusahaan mampu menjual 1.000 produk, lalu setelah harga naik penjualan turun menjadi 700 produk, tambahan harga per unit perlu dibandingkan dengan penurunan jumlah produk yang terjual.
Dengan kata lain, harga yang lebih tinggi belum tentu menghasilkan laba yang lebih tinggi. Manajemen harus melihat hubungan antara harga, biaya, dan volume penjualan.
Membaca Margin Kontribusi
Salah satu konsep akuntansi manajemen yang dapat digunakan untuk melihat kondisi tersebut adalah margin kontribusi.
Margin kontribusi diperoleh dari penjualan dikurangi biaya variabel. Nilai ini menunjukkan berapa bagian dari penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan kemudian menghasilkan laba.
Misalnya:
Sebelum kenaikan bahan baku
Harga jual = Rp20.000
Biaya variabel = Rp11.000
Margin kontribusi = Rp9.000
Setelah kenaikan bahan baku
Harga jual = Rp20.000
Biaya variabel = Rp14.000
Margin kontribusi = Rp6.000
Dari perhitungan tersebut terlihat bahwa perusahaan kehilangan Rp3.000 margin kontribusi dari setiap produk apabila harga jual tidak berubah.
Manajemen kemudian dapat menggunakan informasi tersebut untuk mempertimbangkan berbagai alternatif. Apakah harga jual dinaikkan? Apakah biaya produksi dapat ditekan? Atau apakah perusahaan masih dapat mempertahankan harga lama untuk sementara waktu?
Jadi, angka margin kontribusi tidak hanya berfungsi sebagai hasil perhitungan, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Bagaimana Jika Harga Tidak Dinaikkan?
Mempertahankan harga jual juga merupakan sebuah keputusan. Keputusan tersebut mungkin dilakukan perusahaan untuk menjaga pelanggan dan mempertahankan daya saing.
Namun, keputusan mempertahankan harga perlu dihitung dengan hati-hati. Jika biaya variabel terus meningkat sedangkan harga jual tidak berubah, margin kontribusi semakin kecil. Pada akhirnya, perusahaan mungkin membutuhkan penjualan yang lebih besar untuk memperoleh laba yang sama.
Kondisi ini dapat dianalisis menggunakan Cost-Volume-Profit (CVP). Analisis CVP melihat hubungan antara biaya, volume penjualan, harga jual, dan laba. Konsep ini menjadi salah satu bagian penting dalam akuntansi manajemen karena membantu manajemen memperkirakan dampak perubahan biaya atau harga terhadap hasil usaha. Hilton dan Platt memasukkan analisis CVP, biaya relevan untuk pengambilan keputusan, serta analisis biaya untuk keputusan penetapan harga dalam pembahasan akuntansi manajemen mereka.
Menentukan Titik Impas
Konsep lain yang dapat digunakan adalah Break-Even Point (BEP) atau titik impas. BEP menunjukkan kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga perusahaan belum memperoleh laba maupun mengalami kerugian.
Kenaikan biaya bahan baku dapat menyebabkan margin kontribusi per unit menurun. Jika harga jual tetap, perusahaan bisa membutuhkan jumlah penjualan yang lebih besar untuk mencapai titik impas.
Contohnya, sebuah usaha memiliki biaya tetap Rp6 juta per bulan. Sebelum kenaikan bahan baku, margin kontribusi setiap produk adalah Rp9.000.
BEP:
Rp6.000.000 ÷ Rp9.000 = sekitar 667 produk
Setelah biaya bahan baku meningkat dan margin kontribusi turun menjadi Rp6.000, maka:
Rp6.000.000 ÷ Rp6.000 = 1.000 produk
Dari contoh tersebut terlihat bahwa perusahaan harus menjual sekitar 333 produk lebih banyak hanya untuk mencapai titik impas yang sama.
Perhitungan seperti ini dapat memberikan gambaran kepada manajemen mengenai konsekuensi jika harga jual tidak diubah.
Memilih Pemasok Juga Bisa Menjadi Strategi
Kenaikan biaya bahan baku tidak selalu harus dibebankan kepada konsumen. Perusahaan dapat melihat apakah terdapat pemasok lain yang menawarkan harga lebih rendah dengan kualitas yang masih sesuai.
Namun, keputusan memilih pemasok tidak cukup hanya melihat harga. Biaya pengiriman, kualitas bahan, ketepatan waktu pengiriman, jumlah minimum pembelian, dan risiko bahan rusak juga perlu dipertimbangkan.
Hal ini berkaitan dengan konsep biaya relevan dalam akuntansi manajemen. Manajemen perlu memperhatikan biaya dan manfaat yang berbeda di antara alternatif keputusan. Garrison, Noreen, dan Brewer menjadikan differential analysis sebagai salah satu bagian penting dalam pengambilan keputusan manajerial.
Artinya, pemasok dengan harga bahan baku paling murah belum tentu menjadi pilihan yang paling menguntungkan apabila terdapat biaya tambahan atau risiko lain yang lebih besar.
Mengurangi Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas
Selain menaikkan harga atau mengganti pemasok, perusahaan dapat mencoba melakukan efisiensi. Misalnya, mengurangi bahan yang terbuang, memperbaiki proses penyimpanan, mengatur jumlah produksi, atau menggunakan teknologi untuk membantu proses produksi.
Namun, efisiensi bukan berarti memangkas semua biaya. Pengurangan biaya yang dilakukan secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas produk. Jika kualitas turun, konsumen dapat beralih ke produk lain dan masalah baru justru muncul.
Karena itu, manajemen perlu mengetahui biaya mana yang benar-benar dapat dikurangi dan biaya mana yang masih memberikan manfaat bagi perusahaan. Hansen, Mowen, dan Heitger menjelaskan bahwa manajemen biaya berkaitan dengan sistem biaya dan pengendalian yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan organisasi.
Jadi, Naik atau Tidak?
Pada akhirnya, tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua bisnis. Setiap perusahaan memiliki kondisi biaya, konsumen, tingkat persaingan, dan target laba yang berbeda.
Jika kenaikan bahan baku cukup besar dan margin perusahaan sudah terlalu kecil, menaikkan harga jual mungkin menjadi salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan. Namun, jika pasar sangat sensitif terhadap harga, perusahaan dapat lebih dulu mencari cara untuk melakukan efisiensi atau menekan biaya.
Yang terpenting adalah keputusan tersebut tidak dibuat secara asal. Manajemen dapat menggunakan data biaya untuk melihat perubahan margin kontribusi, menghitung BEP, menganalisis volume penjualan, serta membandingkan biaya dan manfaat dari berbagai alternatif.
Dengan pendekatan tersebut, kenaikan harga bahan baku tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi menjadi kondisi yang dapat dianalisis dan direspons melalui keputusan yang lebih terencana.
Akuntansi Manajemen Membantu Bisnis Mengambil Keputusan
Dari kasus sederhana mengenai kenaikan harga bahan baku, dapat dilihat bahwa akuntansi manajemen memiliki fungsi yang cukup luas dalam kegiatan bisnis. Informasi yang dihasilkan bukan hanya mengenai berapa besar biaya yang dikeluarkan, tetapi juga bagaimana biaya tersebut memengaruhi harga, volume penjualan, titik impas, dan laba.
Akuntansi manajemen membantu manajemen menjawab pertanyaan seperti: berapa biaya yang sebenarnya berubah, berapa margin yang tersisa, berapa produk yang harus dijual, dan alternatif apa yang dapat dipilih ketika kondisi bisnis berubah.
Dengan demikian, ketika harga bahan baku naik, perusahaan tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan untuk menaikkan harga. Yang lebih penting adalah memahami angka di balik kenaikan biaya tersebut. Dari informasi itulah manajemen dapat menentukan strategi yang sesuai dengan kondisi perusahaan.
Penulis: Evi Dwi Lestari – Universitas Pamulang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































