Sebagai mahasiswa semester 7, saya mulai menyadari bahwa persiapan menuju dunia kerja tidak cukup hanya dengan mengejar IPK. Saya memang perlu memahami keuangan, tetapi saya juga harus mampu menjelaskan kemampuan yang saya miliki. Bagi saya, dua hal ini saling berkaitan: financial skill membantu saya mengambil keputusan dengan lebih rasional, sedangkan communication skill membantu orang lain memahami value yang saya tawarkan.
Kesadaran ini semakin penting ketika melihat hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. OJK, LPS, dan BPS mencatat indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Artinya, akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah sangat tinggi, tetapi pemahaman dalam mengelola keuangan masih perlu diperkuat. Bahkan, kelompok pelajar dan mahasiswa memiliki indeks literasi keuangan sebesar 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan beberapa kelompok pekerjaan lainnya.
Menurut saya, data tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa. Memiliki rekening bank, menggunakan e-wallet, atau bahkan memiliki aplikasi investasi belum otomatis berarti kita sudah melek finansial. Literasi keuangan seharusnya terlihat dari kebiasaan sederhana, seperti mengetahui jumlah pemasukan, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, menyiapkan tabungan, memahami risiko, serta memiliki tujuan keuangan.
Saya sendiri melihat pengelolaan uang bukan hanya sebagai materi kuliah, tetapi sebagai keterampilan hidup. Mahasiswa perlu mulai membiasakan diri mencatat pengeluaran dan mengetahui ke mana uangnya pergi. Sebab, akan sulit membangun masa depan jika sejak sekarang kita sendiri tidak memahami kondisi keuangan pribadi.
Namun, menurut saya, kemampuan finansial saja belum cukup. Ketika masuk dunia kerja, saya mungkin memiliki kemampuan analisis laporan keuangan, Excel, atau menghitung rasio keuangan. Tetapi bagaimana jika saya tidak mampu menjelaskan hasil analisis tersebut kepada orang lain? Kemampuan saya bisa saja bagus, tetapi tidak terlihat karena saya tidak mampu mengomunikasikannya.
Hal ini sejalan dengan World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025 yang menempatkan analytical thinking sebagai keterampilan inti yang paling banyak dianggap penting oleh perusahaan. Selain itu, leadership and social influence, creative thinking, serta resilience, flexibility and agility juga menjadi keterampilan penting di dunia kerja. WEF menegaskan bahwa perubahan dunia kerja membutuhkan kombinasi keterampilan teknologi dan keterampilan manusia.
Bahkan, Karin Kimbrough, Chief Economist LinkedIn, melalui Work Change Report 2025 menyebutkan bahwa sekitar 70 persen keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan diperkirakan akan berubah hingga 2030. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di kelas. Kita juga harus terus belajar, beradaptasi, dan mampu menunjukkan kemampuan kepada orang lain.
Contoh Kasus: Dua Mahasiswa dengan Kemampuan yang Sama
Bayangkan ada dua mahasiswa yang sama-sama mampu menganalisis laporan keuangan. Mahasiswa A hanya mampu menunjukkan hasil perhitungan. Sementara Mahasiswa B mampu menjelaskan hasil analisis menggunakan bahasa sederhana, memberikan alasan, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan rekomendasi dengan percaya diri.
Jika saya menjadi seorang perekrut, saya akan lebih mudah melihat potensi Mahasiswa B. Bukan berarti Mahasiswa A tidak pintar, tetapi Mahasiswa B mampu menjual value dirinya melalui komunikasi. Kemampuan yang dimiliki tidak hanya tersimpan di kepala, tetapi dapat dipahami oleh orang lain.
Perhatian terhadap literasi keuangan generasi muda juga semakin kuat. Pada 2025, OJK menempatkan mahasiswa dan generasi muda sebagai salah satu sasaran prioritas edukasi keuangan. Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa pemahaman keuangan merupakan salah satu modal bagi generasi muda untuk sukses di masa depan.
Karena itu, saya percaya mahasiswa perlu membangun tiga modal sejak sekarang: Know Your Money, Speak Your Value, dan Build Your Career. Saya bisa memulainya dari hal sederhana: mencatat pengeluaran selama tujuh hari, membuat anggaran pribadi, lalu berlatih menjelaskan satu hasil analisis keuangan dalam waktu 60 detik.
Pada akhirnya, saya percaya karier tidak hanya dibangun dari apa yang kita tahu, tetapi juga dari bagaimana kita menggunakan dan menyampaikan apa yang kita tahu. Saya tidak ingin lulus hanya dengan ijazah. Saya ingin lulus dengan kemampuan mengelola uang, kemampuan menyampaikan value diri, dan keberanian untuk terus belajar.
Bagi saya, mengetahui uang kita, mampu menyampaikan nilai diri, dan membangun karier bukan tiga tujuan yang terpisah. Ketiganya adalah satu perjalanan untuk menjadi mahasiswa yang lebih siap menghadapi dunia kerja.
Penulis: Elsa Septyanti
Universitas Pamulang
Sumber utama:
OJK, LPS & BPS (SNLIK 2026); OJK (edukasi literasi keuangan 2025); World Economic Forum (Future of Jobs Report 2025); LinkedIn (Work Change Report 2025).
https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Hasil-SNLIK-Tahun-
2026.aspx?utm_source=chatgpt.com “Siaran Pers Bersama: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat, OJK, LPS, dan BPS Umumkan Hasil Survei
Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026″
https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/in-full/3-skillsoutlook/?47a05339_page=2&47a05339_page=3&91a7963e_page=5&utm_source=ch atgpt.com “3. Skills outlook – The Future of Jobs Report 2025 | World Economic
Forum”
https://news.linkedin.com/2025/work-change-report-2025?utm_source=chatgpt.com “Work
Change Report: Skills for jobs set to change by 70% by 2030″
https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Gencarkan-Edukasi-OJK-
Luncurkan-Bulan-Literasi-Keuangan-2025.aspx?utm_source=chatgpt.com “Siaran
Pers: Gencarkan Edukasi, OJK Luncurkan Bulan Literasi Keuangan 2025″
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































