Pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” belakangan masih menjadi polemik, hal itu mencuat setelah terjadi pembubaran dan pelarangan nonton bareng (nobar) film “Pesta Babi” di sejumlah daerah, Hal itu memunculkan spekulasi dan tanda tanya besar sekalipun Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sudah menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film tersebut.
Menyikapi hal itu, Alumni Organisasi Ikatan Senat/BEM Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI) Menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar Diskusi Bedah Film di 10 Kota besar yakni : Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Kendari, Makassar, Kupang, Samarinda , Ambon Dan Sorong
“Kita Sedang menyiapkan Forum Diskusi untuk bedah Film tersebut di 10 Kota Besar Di Indonesia dengan mengundang unsur Aktivis Mahasiswa, LSM Dan Penggiat Sosial sehingga pesan yang terkandung dalam film tersebut dapat ditelaah dan dianalisa secara ilmiah sebagai bagian dalam membangun literasi kritis untuk menyikapi kondisi sosial kemasyarakatan akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua” ujar Ketua Umum PENA ISMSI, Fuad B di Jakarta, Selasa, (19/5/2026)
Fuad menuturkan bahwa diskusi itu di adakan agar publik tidak dialihkan dengan isu pembubaran dan pembungkaman terhadap pemutaran film tersebut yang pada akhirnya mengakibatkan pergeseran substansi dari pesan sosial yang terkandung dalam film tersebut.
“Yang kita bahas adalah isu utama yang terkandung dalam film tersebut soal pengerjaan Proyek Strategis Nasional oleh sejumlah korporasi yang dianggap tidak memperhatikan kepentingan jangka panjang masyarakat sekitar terkhususnya lagi penguasaan secara menyeluruh potensi hutan yang ada disana” katanya
Pihaknya pun Meminta Presiden Prabowo dan Pemerintah agar lebih responsif dan peka terhadap permasalahan yang terjadi akibat Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua sebab konflik agraria dan deforestasi secara massif masih menjadi sorotan utama.
“Komitmen Bapak Presiden dan Pemerintah sangat dinantikan dalam merespon permasalahan tersebut terlebih lagi ucapan yang sering beliau sampaikan berulang kali untuk melawan para Oligarki yang menindas rakyat kecil, saya pikir film tersebut adalah fakta sesungguhnya kondisi disana yang butuh respon dari beliau”
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































