Bandung, 30 September 2025, Tragedi kelam G30S/PKI bukan hanya menjadi catatan sejarah, melainkan juga pelajaran penting tentang bagaimana hukum dapat direduksi menjadi alat kekuasaan ketika moralitas dan keadilan tidak dijadikan pijakan utama. Asep Rifki Maulana Malik, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Nusantara, menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus dibaca ulang oleh generasi muda sebagai upaya membangun kesadaran hukum yang lebih kokoh di tengah dinamika politik kontemporer.
Menurut Asep Rifki, generasi muda, khususnya mahasiswa hukum, memiliki peran strategis dalam menjaga agar hukum tidak lagi menjadi korban tarik-menarik ideologi dan kepentingan pragmatis. “Peringatan G30S/PKI seharusnya tidak berhenti pada ritual seremonial, melainkan harus menumbuhkan kesadaran kritis bahwa hukum hanya akan bermakna ketika dijalankan dengan prinsip keadilan dan keberpihakan pada rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tragedi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa regenerasi kepemimpinan mahasiswa tidak boleh berhenti pada tataran organisatoris semata, tetapi juga harus berlandaskan integritas intelektual dan kepekaan historis. “Mahasiswa hukum dituntut bukan hanya sebagai aktor akademis, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berani menegakkan kebenaran, meskipun harus berhadapan dengan arus dominasi politik,” kata Asep Rifki.
Lebih jauh, Asep Rifki menekankan bahwa tragedi G30S/PKI dapat dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen mahasiswa terhadap nilai keadilan. Dengan berpegang pada semangat Fiat Justitia Ruat Caelum—keadilan harus ditegakkan meski langit runtuh—mahasiswa diharapkan mampu menempatkan hukum sebagai instrumen moral, bukan sekadar perangkat normatif. “Inilah tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama sebagai mahasiswa hukum: menjaga agar sejarah kelam tidak lagi berulang dalam wajah baru,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































