Pandeglang, Banten. Dalam momentum peringatan Hari Maritim Nasional, Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) menyelenggarakan Aksi Konservasi Pesisir dan Laut di Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame, Pandeglang, Banten (23/09/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pra Musyawarah Nasional HIMITEKINDO XV sekaligus wujud pengabdian mahasiswa kelautan dalam menjaga ekosistem pesisir dan memperkuat hubungan antara pengetahuan, kepedulian lingkungan, serta tindakan nyata.
Aksi konservasi tersebut melibatkan sekitar 50 mahasiswa dari berbagai delegasi HIMITEKINDO, masyarakat Desa Sukarame, dan pemangku kepentingan terkait. Rangkaian kegiatan mencakup penanaman 200 bibit mangrove, transplantasi terumbu karang, pengibaran Bendera Merah Putih, HIMITEKINDO dan ISKINDO di bawah laut, serta Aksi Laut Sehat Bebas Sampah atau SEBASAH.
Ragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian mahasiswa kelautan tidak berhenti pada ruang akademik dan forum organisasi. Pengetahuan mengenai ekosistem pesisir perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang melibatkan masyarakat, memperhatikan kondisi lingkungan setempat, dan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah. Dengan demikian, konservasi tidak dipahami sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan konsistensi.
Sekretaris Jenderal HIMITEKINDO, Mahendra, menegaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menghubungkan momentum Hari Maritim Nasional dengan komitmen organisasi menjelang Musyawarah Nasional HIMITEKINDO XV.
“Dalam rangka hari maritim dan menuju musyawarah nasional HIMITEKINDO, kami berusaha sebaik mungkin untuk berdampak langsung kepada ekosistem pesisir melalui konservasi yang kami lakukan saat ini,” ujar Mahendra.
Pernyataan tersebut menempatkan agenda organisasi dalam hubungan yang lebih dekat dengan persoalan ekologis di lapangan. Menjelang forum nasional, aksi konservasi menjadi ruang untuk menerjemahkan komitmen kemaritiman ke dalam kerja nyata yang bersentuhan langsung dengan ekosistem dan masyarakat pesisir.
Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banten, Dr. Agus Supriyadi, S.Sos., M.Si. Ia menyampaikan terima kasih atas keterlibatan HIMITEKINDO dalam upaya konservasi di wilayah Banten.
“Kami berterima kasih kepada HIMITEKINDO yang telah ikut andil dalam konservasi di wilayah Banten, kami berharap program program seperti ini terus dapat dilaksanakan,” ungkap beliau.
Dukungan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah dalam memperkuat agenda pelestarian lingkungan pesisir. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar kegiatan konservasi tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi upaya berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah dan masyarakat. Kehadiran sekitar 50 mahasiswa juga memperlihatkan bahwa gerakan kemaritiman dapat dibangun melalui partisipasi kolektif. Setiap peserta tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi turut belajar memahami hubungan antara kesehatan ekosistem, keberlangsungan kehidupan masyarakat, dan tanggung jawab generasi muda.
Selain aksi lapangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengambilan mini dokumenter “Insan Pengabdi Kelautan” yang direkam sejak tahap pra kegiatan hingga pasca kegiatan.
Aksi di Sukarame berlangsung pada momentum yang mempertemukan peringatan Hari Maritim Nasional dengan perjalanan HIMITEKINDO menuju Musyawarah Nasional XV. Namun, makna pengabdian tidak berhenti pada rangkaian agenda organisasi. Penanaman mangrove, pemulihan terumbu karang, kepedulian terhadap kebersihan laut, dan keterlibatan masyarakat menjadi pengingat bahwa masa depan kemaritiman dibangun melalui tindakan yang konsisten.
Bagi HIMITEKINDO, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menghidupkan peran mahasiswa kelautan sebagai insan akademik sekaligus bagian dari masyarakat pesisir. Gagasan tentang kemaritiman memperoleh maknanya ketika pengetahuan dan komitmen diwujudkan dalam kerja nyata, serta ketika keberlanjutan ekosistem ditempatkan sebagai kepentingan bersama yang melampaui batas institusi dan generasi. (RPM/HMTK)
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Maritim Indonesia! Jalesveva Jayamahe!
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































