Medan — Kelompok MKWK 107 Perundungan dari Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-perundungan di SMP Madya Utama pada 10 November 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kekerasan di lingkungan pendidikan, khususnya yang melibatkan pelajar usia remaja.
Kelompok MKWK Perundungan 107 mengangkat judul proyek “Sekolah Ramah Tanpa Perundungan: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Inklusif, dan Berkelanjutan.” Kelompok ini beranggotakan 19 mahasiswa dari berbagai fakultas, sehingga membawa beragam sudut pandang dalam memahami isu perundungan di lingkungan sekolah.
Pemilihan tema ini berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya kasus perundungan yang terjadi di dunia pendidikan. Banyak siswa dan siswi yang akhirnya merasa tidak nyaman, takut, bahkan sampai memilih berhenti sekolah karena tekanan yang mereka alami. Situasi ini menunjukkan bahwa sekolah sebagai ruang belajar seharusnya tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi tempat yang aman dan suportif bagi semua peserta didik.Dengan kesadaran tersebut, Kelompok 107 berinisiatif untuk ikut berkontribusi dalam pencegahan perundungan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melaksanakan sosialisasi di SMP Madya Utama, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai apa itu perundungan, dampaknya, serta bagaimana siswa dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif, saling menghargai, dan inklusif.
Kegiatan sosialisasi kelompok 107 Perundungan dilaksanakan pada Senin, 10 November 2025 yang disambut dengan baik oleh bapak Riduan, S.Pd., S.H., M.H selaku kepala sekolah SMP Madya Utama dan juga antusiasme para siswa yang tak kalah semangat menyambut kedatangan para mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan sosialisasi. Salah satu mahasiswa, Kesya Natalia mengatakan “Saya merasa lebih bersemangat untuk melakukan sosialisasi ini melihat para siswa yang memiliki energi yang luarbiasa menyambut kedatangan kami, saya berharap materi yang kami sampaikan memberikan dampak nyata bagi para siswa di sekolah ini”.
Kegiatan dimulai dengan kata pembuka dari MC yang membawakan acara dan dilanjut dengan kata sambutan dari ketua kelompok yang memberikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas kebaikan pihak sekolah yang memberikan kelompok 107 kesempatan untuk melakukan sosialisasi. Acara dilanjutkan dengan perkenalan para mahasiwa untuk memudahkan interaksi dengan para siswa, selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi “Sekolah Ramah Tanpa Perundungan: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Pemaparan materi dilakukan dengan mengajak para siswa yang terdiri dari 24 mahasiwa untuk aktif memberikan opini dan pengalaman mereka tentang perundungan.
Di tengah pemaparan materi juga dilaksanakan ice breaking untuk membangkitkan semangat para siswa dalam proses penyampaian materi agar tetap berenergi sampai akhir materi. Setelah seluruh materi selesai dipaparkan, sesi tanya jawab dibuka untuk memberikan kesempatan kepada para siswa mengajukan pertanyaan yang kemudian dijawab oleh mahasiswa. Sebaliknya,mahasiswa juga memberikan beberapa pertanyaan kepada para siswa sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi.
Setelah pemaparan materi dan sesi tanya jawab, kelompok emberikan kesempatan kepada para siswa untuk menuliskan pengalaman mereka apakah mereka pernah menjadi korban atau pelaku perundungan. Kegiatan ini dibuat dengan menuliskannya pada secarik kertas lalu memasukkannya ke dalam kotak suara yang telah disediakan kelompok 107. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positf bagi para siswa agar menjadi pribadi yang menyadari bahwa perundungan bukanlah hal sepele dan penting untuk saling mengayomi satu sama lain. Pada akhir kegiatan, dilaksanakan sesi permainan (games) yang bertujuan untuk meningkatkan antusiasme dan semangat para siswa setelah mengikuti rangkaian penyampaian materi. Setelah games selesai, terdapat sesi pembagian snack kepada seluruh siswa.Kemudian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama para siswa serta guru-guru SMP Madya Utama Medan sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Kelompok MKWK Perundungan 107 Universitas Sumatera Utara (USU) dengan SMP Madya Utama, serta mendapat bimbingan dari dosen fasilitator Drs. Yance, M.Si., dan mentor Sindi Betaria Simamora. Kelompok MKWK Perundungan 107 USU berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa-siswi SMP Madya Utama melalui penerapan metode pembelajaran yang efektif dan interaktif, salah satunya melalui permainan edukatif yang dikemas secara menghibur. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar para siswa.Selain itu, kelompok ini juga menaruh harapan agar melalui kegiatan tersebut, praktik perundungan di lingkungan sekolah dapat diminimalisir sehingga tidak ada lagi korban bullying. Melalui penerapan materi dan aktivitas pembelajaran yang diberikan, siswa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, empati, serta prestasi akademik mereka.

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































