Memahami Keluarga Disfungsional dan Peran Pekerja Sosial dalam Mengatasinya
Keluarga selama ini dipandang sebagai tempat paling aman bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkembang. Namun, tidak semua keluarga mampu menjalankan fungsi tersebut. Dalam beberapa kasus, keluarga justru menjadi sumber konflik, tekanan, bahkan luka emosional. Kondisi ini dikenal sebagai keluarga disfungsional, yaitu keluarga yang tidak mampu memberikan dukungan emosional, sosial, maupun ekonomi secara optimal kepada anggotanya.
Pada dasarnya, keluarga memiliki fungsi memberikan kasih sayang, perlindungan, serta memenuhi kebutuhan anggota. Namun, dalam keluarga disfungsional, fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan komunikasi yang tidak efektif, seringnya konflik, serta kurangnya dukungan emosional, sehingga anggota keluarga terutama anak merasa tidak nyaman dan kurang diperhatikan.
Dalam kenyataannya, tidak semua keluarga mampu menjadi tempat yang aman dan nyaman. Bagi sebagian individu, keluarga justru menjadi sumber tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ekonomi yang tidak stabil serta rendahnya tingkat pendidikan orang tua turut memperburuk keadaan, karena memengaruhi pola asuh dan cara mendidik anak (BPS, 2022).
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa banyak permasalahan sosial berakar dari kondisi keluarga yang disfungsional (Kementerian Sosial, 2021). Misalnya, penelitian di Kota Semarang (2020) menemukan bahwa sebagian besar individu dengan masalah sosial berasal dari keluarga yang kurang harmonis. Hal ini menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan kehidupan sosial seseorang.
Dampak keluarga disfungsional sangat besar, terutama bagi anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga tidak harmonis berisiko mengalami gangguan emosional dan sosial, karena proses perkembangannya berlangsung dalam relasi yang tidak sehat. Dalam beberapa kasus, anak dapat mengalami trauma, kecemasan, hingga depresi ringan, serta kesulitan menjalin hubungan sosial di lingkungannya.
Dalam perspektif sosiologi, keluarga merupakan institusi utama dalam pembentukan kepribadian individu. Ketika fungsi keluarga tidak berjalan dengan baik, dampaknya akan meluas pada perkembangan anak. Oleh karena itu, keluarga disfungsional bukanlah masalah personal semata, melainkan persoalan sosial yang memerlukan penanganan serius agar tidak menimbulkan dampak berkelanjutan.
Dalam konteks ini, pekerja sosial memiliki peran penting dalam membantu keluarga keluar dari kondisi disfungsional. Intervensi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah jangka pendek, tetapi juga pada penguatan ketahanan keluarga. Upaya seperti pendampingan anak, konseling keluarga, dan mediasi konflik menjadi bagian dari pendekatan ini. Selain itu, pendekatan berbasis komunitas dan kerja sama lintas pihak juga sangat diperlukan.
Keberhasilan penanganan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada kemampuan pekerja sosial membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan. Tanpa kepercayaan, keluarga cenderung menutup diri dan sulit menerima bantuan. Oleh karena itu, pekerja sosial perlu memahami karakteristik setiap keluarga baik dari segi ekonomi, pola hubungan, maupun latar belakang sosial budaya agar intervensi yang diberikan tepat dan kontekstual.
Di samping intervensi individu, lembaga seperti Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) berperan penting sebagai penyedia layanan yang lebih luas. LK3 tidak hanya memberikan konseling, tetapi juga edukasi dan program pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam menyelesaikan masalah secara mandiri.
Pada akhirnya, keluarga yang sehat tidak hanya dibentuk oleh ikatan darah, tetapi juga oleh komunikasi yang terbuka, saling memahami, dan dukungan emosional yang konsisten. Dengan intervensi yang tepat dan berkelanjutan, keluarga yang mengalami disfungsi memiliki peluang untuk bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih harmonis, aman, dan mendukung kesejahteraan setiap anggotanya
Oleh: Nazwa Putri Sakinah Nst, Grace Julead Rumiris Siahaan, Neisha Laura Siahaan, Panisa Aprilia br Purba, Larissa Tiffany M. Simare-mare
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































