Purworejo, Semarang — Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam Program GIAT 13 berkolaborasi dengan masyarakat Desa Purworejo dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Biopestisida yang diselenggarakan pada Minggu, 9 November 2025, bertempat di Aula Balai Desa Purworejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan inovasi ramah lingkungan di sektor pertanian guna mendukung praktik pertanian berkelanjutan di pedesaan.
Tingginya penggunaan pestisida kimia di kalangan petani menjadi salah satu alasan diadakannya kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Biopestisida. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan diketahui dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, menurunkan kualitas tanah dan air, serta mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian. Di sisi lain, berbagai limbah organik rumah tangga seperti kulit bawang, kulit jeruk, dan cabai sering kali terbuang tanpa dimanfaatkan secara optimal. Melihat potensi tersebut, mahasiswa UNNES GIAT 13 berinisiatif memperkenalkan pembuatan biopestisida sebagai alternatif pengendalian hama yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan, guna mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Desa Purworejo.
Mengusung slogan “Petani Hebat! Go Green, Grow Clean!”, mahasiswa UNNES GIAT 13 berperan aktif dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat Desa Purworejo melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Biopestisida. Program ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk berinovasi dan mengembangkan pertanian berkelanjutan di tingkat desa.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan berlangsung di Aula Balai Desa Purworejo dan disambut hangat oleh masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini perangkat desa, kelompok tani, serta anggota PKK Desa Purworejo yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa dan pemerintah desa, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan demonstrasi langsung pembuatan biopestisida menggunakan bahan alami seperti kulit bawang, kulit jeruk, dan cabai. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi solusi alami dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama tanaman.
Dalam sambutannya, Koordinator Mahasiswa GIAT 13 Desa Purworejo, Rikki Jitu Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas petani serta mendorong penerapan pertanian berkelanjutan di Desa Purworejo.
“Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, dalam rangka mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, harapannya bapak ibu petani dapat membuat biopestisida sendiri, yang tidak hanya lebih aman bagi tanaman dan tanah, tetapi juga lebih hemat biaya produksi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Panca Darma I, Bapak Kuncoro, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah berbagi pengetahuan kepada petani.
“Kami menyambut baik pelatihan ini. Mahasiswa tidak hanya datang membawa ilmu, tetapi juga solusi yang bisa langsung diterapkan di lapangan. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap petani di Desa Purworejo dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan beralih ke cara yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Purworejo, Bapak Adi Sulistyono, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa UNNES GIAT 13.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mas dan mbak KKN UNNES. Program kerja yang dijalankan ini sangat relevan dengan kondisi desa kami. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga membangkitkan semangat warga untuk lebih mandiri dan inovatif. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut, karena mahasiswa tidak hanya datang belajar dari masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan desa,” ujarnya.

Usai sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua pemateri, yakni Martha Rully Meiva Ayu dan Shinta Herawati, mahasiswa UNNES GIAT 13 yang memaparkan hasil riset dan praktik pembuatan biopestisida. Dalam penjelasannya, mereka menyampaikan bahwa biopestisida merupakan agen pengendali hama yang berasal dari bahan alami seperti mikroorganisme, ekstrak tumbuhan, atau metabolit hayati, yang bekerja dengan menekan populasi hama tanpa menimbulkan risiko tinggi bagi lingkungan.
“Biopestisida memiliki kandungan aktif seperti d-Limonene, Flavonoid, dan Saponin pada kulit jeruk; Quercetin, Allicin, dan Saponin pada kulit bawang; dan Capsaicin dan Saponin pada cabai. Kombinasi ketiganya memberi efek sinergis: memperluas spektrum kerja terhadap hama dan patogen, menurunkan resistensi, serta mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah organik,” jelas Shinta Herawati dalam presentasinya.
Senada dengan hal tersebut, Martha Rully Meiva Ayu menambahkan bahwa pembuatan biopestisida menunjukkan bagaimana limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai.
“Bahan yang sering dianggap sisa (limbah), seperti kulit jeruk, bawang, dan cabai, justru dapat diolah menjadi solusi yang ramah lingkungan bagi pertanian,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan masyarakat Desa Purworejo berupaya memperkuat kesadaran akan pentingnya inovasi berbasis lingkungan dalam pengelolaan pertanian. Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mewujudkan pertanian yang sehat dan berkelanjutan.
Penggunaan biopestisida diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Kegiatan pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Dengan semangat “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”, mahasiswa UNNES GIAT 13 berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Desa Purworejo.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”



































































