Bantul- Rata-rata siswa di Indonesia belajar di sekolah dari pagi jam tujuh sampai siang atau sore jam tiga. Tentunya mereka memiliki fokus belajar yang berbeda-beda. Ada yang bisa fokus belajar sampai pulang sekolah, banyak pula yang mengantuk pada jam-jam rawan mengantuk di kelas seperti siang hari. Selain mengantuk, banyak siswa sekarang yang menurun minat membacanya, sehingga mereka hadir di kelas hanya menggugurkan kewajiban saja.
Hal ini tentu saja menjadi PR bagi guru selama menjalankan tugas mengajarnya di kelas. Sebagaimana disampaikan Abdul Muti’, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengatakan bahwa literasi di Indonesia sangat memprihatinkan. Sebanyak 75 persen anak pada usia 15 tahun bisa membaca namun tidak mengerti yang mereka baca. Maka dari itu, peran guru ada mengajak siswa agar bisa meningkatkan kemampuan literasinya, tentu dengan cara yang kreatif. Salah satunya adalah dengan metode belajar cerdas cermat.
Siswa tidak hanya dituntut untuk membaca dan memperluas pengetahuannya, namun juga memahami isi bacaannya. Selain itu, mereka juga belajar berkompetisi dengan teman-temannya. Tanpa mereka sadari, mereka mulai menumbuhkan minat membaca dan keseruan belajar secara alami. “Bu, seru sekali belajarnya, menegangkan!” ungkap salah satu siswa yang memenangkan kuis cerdas cermat. Kegembiraan siswa ketika belajar di kelas akan membuat mereka melupakan lelahnya, begitu pula guru. Suasana belajar yang menyenangkan akan menjadi fondasi kecintaan mereka tidak hanya pada mata pelajarannya, namun juga proses belajarnya. Dhee
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































