Kota Bima – Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional Tahun 2026, Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Jamu Warisan Budaya Nusantara kepada anggota Pramuka Penegak Kota Bima yang tergabung dalam Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pelestarian jamu sebagai warisan budaya bangsa sekaligus sarana menjaga kesehatan.
Kegiatan ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Jamu Warisan Budaya Nusantara (JAWARA) yang telah dicanangkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Program tersebut bertujuan untuk memperkuat pelestarian jamu sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus mendorong peningkatan pemanfaatan dan permintaan jamu di masyarakat.
Sosialisasi diikuti oleh anggota Pramuka Penegak dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima yang baru bergabung dalam Saka POM Kota Bima. Melalui kegiatan ini, para peserta diperkenalkan pada sejarah jamu, jenis-jenis tanaman obat yang umum digunakan dalam pembuatan jamu, manfaat jamu bagi kesehatan, serta peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi pengobatan berbasis bahan alam yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Balai POM di Bima, Adjis Sandjaya, menyampaikan bahwa jamu merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang telah diakui dunia dan perlu terus dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pelestarian jamu tidak hanya bergantung pada para pelaku usaha atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari kalangan remaja sebagai generasi penerus bangsa.
“Jamu bukan sekadar minuman tradisional, tetapi merupakan bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia. Generasi muda perlu mengenal dan memahami manfaat jamu agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat penggunaan bahan alam untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Berbagai tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, dan kencur diperkenalkan sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman kesehatan secara sederhana.

Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, para anggota Saka POM juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan jamu berbahan dasar jahe. Kegiatan praktik tersebut bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai cara mengolah bahan alam menjadi minuman yang bermanfaat bagi kesehatan.
Dengan didampingi oleh petugas Balai POM di Bima, para peserta mempelajari tahapan pembuatan minuman jahe mulai dari proses pemilihan bahan baku, pencucian, pengolahan, hingga penyajian. Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam setiap tahapan.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa pembuatan jamu dapat dilakukan dengan cara yang sederhana menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain memiliki manfaat kesehatan, pemanfaatan tanaman obat keluarga juga dinilai dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
Salah seorang peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, selama ini jamu sering dianggap sebagai minuman yang hanya dikonsumsi oleh orang tua. Namun setelah mengikuti sosialisasi, ia memahami bahwa jamu memiliki banyak manfaat dan dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta mengikuti seremoni minum jamu bersama. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mendukung pelestarian jamu sebagai warisan budaya bangsa sekaligus mengajak generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui pemanfaatan bahan-bahan alami.
Momen minum jamu bersama juga menjadi bentuk kampanye sederhana yang menunjukkan bahwa jamu tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Di era modern yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, jamu dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kebugaran tubuh.
Balai POM di Bima berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia serta mendorong mereka untuk menjadi duta pelestarian jamu di lingkungan masing-masing. Melalui peran aktif anggota Saka POM, pesan mengenai pentingnya mengenal, mencintai, memanfaatkan, dan mempromosikan jamu diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dengan semakin banyak generasi muda yang memahami manfaat jamu, diharapkan upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan pemanfaatan produk berbasis bahan alam dapat berjalan secara berkelanjutan. Sejalan dengan semangat Gerakan Nasional JAWARA, anggota Pramuka Penegak MAN 2 Kota Bima diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga keberlangsungan jamu sebagai warisan budaya Nusantara yang bernilai tinggi bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































