Film “ Tunggu Aku Sukses “ menceritakan tentang perjalanan seseorang dalam meraih keberhasilan. Untuk meraih keberhasilan itu kita sering kali harus mengorbankan termasuk mengorbankan waktu, hubungan, sosial dan juga stabilitas emosional. Bagi Gen Z film ini bukan hanya hiburan semata, melainkan refleksi realita kehidupan yang mereka alami.
Gen Z tumbuh dan besar diera ekspektasi kesuksesan yang tinggi, baik dorongan dari keluarga maupun standar sosial.Konsep “ Sukses “ menjadi sesuatu yang lebih kompleks, bukan hanya sekedar sekedar materi namun juga mencangkup kebahagiaan, kesehatan mental, dan juga keseimbangan hidup ( work-lifebalance). Oleh karena itu, film ini menggambarkan realita kehidupan yang di alami oleh Gen Z.
Dalam film ini, kesuksesan digambarkan sebagai pencapaian karier dan juga pengakuan sosial.Namun bagi Gen Z kesuksesan memiliki artian yang luas.Mereka tidak hanya memandang kesuksesan sebagai hasil akhir, tetapi juga sebagai proses yang dijalani.
Hal ini sejalan dengan pemikiran Viktor Frankl, seorang psikiater dan neurolog asal Austria yang mengatakan bahwa makna hidup lebih penting daripada sekedar pencapaian. Seperti kalimat “ Kalau aku harus kehilangan semuanya demi sukses, apa itu masih bisa disebut sukses? “. Pertanyaan itu menunjukan bahwa Gen Z mulai mempertanyakan definisi sukses yang terlalu seputar materi saja.
Film ini menggambarkan bagaimana tekanan untuk terlihat sukses dapat mempengaruhi keputusan hidup seseorang. Sesuai dengan kalimat “ Semua orang udah lari jauh tapi aku masih disini “. Bagi Gen Z kesuksesan sering kali terasa seperti perlombaan, bukan perjalanan pribadi, sehingga memicu kecemasan dan rasa tidak percaya diri.
Salah satu hal yang paling terasa dalam film ini adalah munculnya rasa kosong meskipun seseorang sudah berada di jalur kesuksesan. Fenomena ini banyak dialami oleh Gen Z dalam kehidupan nyata.Hal ini diperkuat oleh kalimat “ Semua yang gue lakuin ini gaada artinya”. Hal ini menunjukan adanya krisis makna dalam diri, dimana segala usaha dan pencapaian terasa sia-sia karena tidak memiliki tujuan yang benar-benar berasal dari dalam diri.
Film ini juga menyoroti bagaimana ambisi dapat berdampak pada hubungan sosial. Dalam proses mengejar kesuksesan seseorang sering kali harus mengorbankan waktu bersama orang terdekat. Di bandingkan dengan generasi sebelumnya Gen Z lebih menyadari pentingnya keseimbangan hidup (work-life balance). Tujuannya bukan hanya mengejar karier, tapi juga ingin menjaga kesehatan mental dan hubungan sosial.
Cara pandang Gen Z terhadap film “Tunggu Aku Sukses” menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam memaknai kesuksesan. Bagi Gen Z, sukses bukan hanya pencapaian materi atau status sosial, tetapi juga mencakup kebahagiaan, keseimbangan hidup, dan makna dalam kehidupan.
Film ini menjadi refleksi sekaligus kritik terhadap tekanan sosial yang dihadapi Gen Z. Melalui pandangan psikologi, dapat disimpulkan bahwa Gen Z sedang berusaha mendefinisikan ulang arti sukses sesuai dengan nilai dan pengalaman hidup mereka sendiri.
Oleh: Munna Nur Insani, Universitas Sebelas Maret Surakarta
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































