Malang, 22 Juli 2026 — Indonesia kerap disebut sebagai salah satu bangsa paling religius di dunia. Namun, benarkah kekuatan keyakinan dan rutinitas ibadah generasi muda selalu berbanding lurus dengan sikap toleran, empati, dan tanggung jawab sosial mereka sehari-hari? Pertanyaan itulah yang akan dijawab oleh tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) melalui rencana penelitian bertajuk “Indeks Religiositas dan Moderasi Beragama Siswa: Analisis Ketimpangan Dimensi Moral-Sosial dalam Pendidikan Agama di Indonesia”, yang akan dilaksanakan mulai tahun 2026 ini.
Penelitian ini masih berada pada tahap perencanaan dan akan menyasar siswa dari 10 sekolah menengah di kawasan Malang Raya, mencakup dua Madrasah Aliyah Negeri, dua Madrasah Aliyah Swasta, dua SMA Negeri, dua SMA Swasta, dan dua SMK Swasta. Pemilihan jenjang pendidikan menengah bukan tanpa alasan: fase ini dianggap sebagai periode krusial pembentukan identitas religius dan moral remaja, sekaligus tahap ketika pendidikan agama telah diajarkan secara sistematis melalui kurikulum nasional.
Gagasan riset ini lahir dari kegelisahan atas fenomena global maupun lokal. Sejumlah kajian internasional mencatat pergeseran cara generasi muda beragama, dari praktik institusional menuju ekspresi simbolik di ruang digital. Di Indonesia, partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan formal cenderung menurun, sementara aktivitas religius di media sosial justru meningkat. Tim menduga kondisi ini dapat menciptakan paradoks: religiositas yang tampak kuat secara pengetahuan dan ritual, namun tidak selalu terwujud dalam sikap moral dan kepedulian sosial di kehidupan nyata.
Riset ini dipimpin oleh Dr. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I. sebagai ketua peneliti, bersama dua anggota peneliti, Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I. dan Rista Ayu Mawarti, S.Pd., M.Pd., dengan dukungan asisten riset Zahrotul Muzdalifah, S.Pd., M.Pd. Dua mahasiswa, Muhammad Ahsan Thoriq dan Mugig Setiawan, akan turut dilibatkan dalam proses penyusunan instrumen hingga pengumpulan data. Tim juga menggandeng peneliti dari Universiti Putra Malaysia, Prof. Abd Rauf Hassan, Ph.D., serta menjalin kemitraan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang melalui M. Alifudin Ikhsan, S.Pd., Gr., M.Pd. yang akan membantu proses pengumpulan data dan penentuan sekolah sasaran.
Yang menarik dari rencana penelitian ini adalah instrumen ukur yang akan digunakan. Tim mengembangkan skala religiositas multidimensi yang memetakan tiga dimensi lama, yakni keyakinan (belief), ritual (practice), dan moralitas (morality), ke dalam kerangka Knowledge-Attitude-Practice (KAP) yang lazim dipakai dalam riset pendidikan dan perilaku. Dimensi pengetahuan akan mengukur sejauh mana siswa memahami dan meyakini doktrin ajaran agamanya; dimensi praktik akan menilai konsistensi ibadah dan perilaku moral sehari-hari, sementara dimensi sikap akan menelaah bagaimana nilai-nilai agama diterapkan dalam interaksi sosial. Setiap butir pernyataan bahkan akan disusun dalam dua versi bahasa, satu untuk jenjang sekolah dasar dengan kalimat sederhana, dan satu untuk jenjang sekolah menengah dengan register bahasa yang lebih formal, guna memastikan instrumen benar-benar dipahami oleh responden dari berbagai usia.
Dari sisi metode, penelitian akan menggunakan pendekatan mixed-methods yang memadukan survei kuantitatif berskala Likert lima poin dengan wawancara mendalam dan analisis dokumen kurikulum. Data yang terkumpul rencananya akan diolah melalui analisis deskriptif untuk memetakan pola religiositas, uji beda seperti uji-t dan ANOVA untuk membandingkan karakteristik demografis, regresi berganda hierarkis untuk menguji pengaruh variabel seperti jenis kelamin dan klaster sekolah, hingga structural equation modeling (SEM) untuk memetakan relasi kompleks antar dimensi religiositas. Penelitian direncanakan berjalan dalam lima tahap besar sepanjang tahun 2026, mulai dari perancangan dan pengembangan instrumen, uji validitas dan reliabilitas, penentuan sampel dan pengumpulan data di lapangan, pengolahan dan analisis data, hingga interpretasi dan sintesis temuan menjadi rumusan indeks religiositas nasional.
Tim menargetkan hasil penelitian ini nantinya dapat dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, British Journal of Religious Education, sekaligus didaftarkan sebagai Hak Cipta atas instrumen religiositas multidimensi yang dikembangkan. Selain itu, temuan penelitian direncanakan disebarluaskan melalui poster ilmiah di ajang LPPM UM serta liputan media massa nasional, agar hasilnya tidak hanya berhenti di ruang akademik, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengambil kebijakan pendidikan agama di Indonesia. Publik dapat menantikan hasil dan rekomendasi kebijakan dari riset ini dalam rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sepanjang tahun ke depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































