Konser EXO PLANET selalu menjadi momen yang dinantikan oleh para penggemar. Namun, di balik tingginya antusiasme tersebut, muncul fenomena yang hampir selalu terjadi setiap kali penjualan tiket dibuka, yaitu praktik percaloan. Tidak sedikit tiket yang kembali dijual dengan harga berkali-kali lipat hingga mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resminya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa mendapatkan tiket konser tidak lagi sekadar soal kecepatan saat war tiket, tetapi juga soal kemampuan finansial. Banyak penggemar yang telah menabung dan mempersiapkan diri jauh-jauh hari justru gagal memperoleh tiket karena kehabisan dalam hitungan menit. Ironisnya, tiket yang sama kemudian muncul di berbagai platform penjualan ulang dengan harga yang tidak masuk akal.
Bagi penggemar, kondisi ini menciptakan rasa tidak adil. Kesempatan untuk menyaksikan idola secara langsung seolah berpindah dari mereka yang benar-benar ingin menonton kepada pihak yang melihat tiket sebagai peluang bisnis. Akibatnya, banyak penggemar harus memilih antara membeli tiket dengan harga yang sangat mahal atau mengubur keinginan mereka untuk hadir di konser.
Selain merugikan secara ekonomi, praktik penjualan ulang tiket juga meningkatkan risiko penipuan. Tidak sedikit kasus pembeli menerima tiket palsu atau bahkan tidak menerima tiket sama sekali setelah melakukan pembayaran. Situasi ini membuat penggemar menjadi pihak yang paling dirugikan.
Di sisi lain, maraknya percaloan menunjukkan bahwa sistem penjualan tiket masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan. Verifikasi identitas pembeli, pembatasan jumlah tiket, serta penggunaan tiket digital menjadi beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk meminimalkan praktik tersebut.
Pada akhirnya, tingginya harga tiket EXO PLANET yang dijual kembali hingga mencapai Rp10 juta memang mencerminkan besarnya loyalitas penggemar. Namun, konser seharusnya menjadi ruang bagi fans untuk menikmati penampilan idolanya, bukan menjadi ajang mencari keuntungan. Tanpa sistem yang lebih adil dan transparan, fenomena ini akan terus berulang dan membuat fans kembali kalah dari calo.
Oleh: Rangga Al Fitrah Rizqi, Universitas Sebelas Maret.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































