Painan – Aula Polres Painan dipenuhi kehangatan dan semangat ketika Ibu-ibu Bhayangkari se-Kabupaten Pesisir Selatan berkumpul dalam sebuah pertemuan istimewa yang menghadirkan Ustazah Zidni Ilman Nafi’an, MA yang juga ketua STAI Madrasah Arabiyah Bayang sebagai pembicara. Dengan tema kajian “Agar Semakin Romantis dan Cinta kepada Pasangan”, acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan menjadi momen berharga untuk memperkuat fondasi keluarga para anggota Bhayangkari yang menjadi tulang punggung di balik pengabdian para suami mereka sebagai anggota Polri. (Sabtu, 13/12/25).
Ustazah Zidni Ilman Nafi’an membuka tausiyahnya dengan menyentuh hati para hadirin, mengingatkan bahwa romantisme dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang ketinggalan zaman atau hanya milik pasangan muda. “Cinta sejati itu tumbuh, bukan lahir begitu saja. Setiap hari adalah kesempatan untuk menanam benih kasih sayang yang akan berbuah kebahagiaan abadi,” ujarnya dengan penuh semangat. Beliau menegaskan bahwa menjaga api cinta dalam rumah tangga adalah ibadah yang mulia, dan setiap usaha kecil untuk membuat pasangan bahagia adalah investasi surga yang tak ternilai harganya.
Dalam paparannya yang inspiratif, Ustazah Zidni menyampaikan bahwa kunci utama menjaga romantisme adalah komunikasi yang penuh kehangatan dan penghargaan. Beliau mengajak para Ibu Bhayangkari untuk tidak pernah berhenti mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran suami dalam hidup mereka, sekecil apapun bentuknya. “Kata-kata manis, senyuman tulus, dan perhatian kecil adalah nutrisi bagi cinta yang akan membuatnya tetap subur di tengah tantangan kehidupan,” jelasnya sambil memberikan contoh-contoh praktis yang langsung mendapat respon antusias dari para peserta. Tausiyah beliau membuka mata hati bahwa romantisme bukan soal kemewahan, tetapi tentang ketulusan dan konsistensi dalam memberikan perhatian.
Yang menarik dari kajian ini adalah pendekatan spiritual yang dipadukan dengan realitas kehidupan rumah tangga. Ustazah Zidni menjelaskan bagaimana ajaran Islam sangat indah dalam mengatur hubungan suami istri, di mana cinta dan kasih sayang adalah perintah Allah yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Rasulullah SAW adalah contoh suami terbaik yang sangat romantis kepada istri-istrinya. Beliau mencium istri, bermain-main dengan penuh kelembutan, dan selalu memberikan kata-kata yang menyejukkan hati,” ungkap beliau menginspirasi. Para hadirin tampak terpesona dengan kisah-kisah indah yang dibagikan, seolah menemukan kembali semangat untuk mencintai dengan lebih dalam.
Tidak hanya berbicara tentang teori, Ustazah Zidni juga memberikan tips-tips praktis yang sangat aplikatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pentingnya meluangkan waktu berkualitas bersama pasangan meski di tengah kesibukan, menjaga penampilan untuk pasangan, hingga seni mengalah dan meminta maaf dengan tulus ketika terjadi kesalahpahaman. “Jangan biarkan ego mengalahkan cinta. Kebahagiaan rumah tangga dimulai dari kerendahan hati kita untuk selalu memperbaiki diri,” pesannya yang disambut dengan anggukan setuju dari para peserta. Atmosfer ruangan begitu hidup dengan tawa, haru, dan tekad baru untuk menjadi istri yang lebih baik.
Ketua Bhayangkari Cabang Pesisir Selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tausiyah yang begitu menyentuh dan bermakna ini. “Alhamdulillah, kami mendapat pencerahan luar biasa hari ini. Sebagai istri-istri anggota Polri yang sering ditinggal bertugas, kami membutuhkan kekuatan spiritual dan emosional untuk tetap menjaga kehangatan rumah tangga. Kajian ini memberikan kami energi baru dan strategi konkret untuk terus mencintai dan dicintai,” ujarnya dengan penuh syukur. Para peserta sepakat bahwa acara seperti ini sangat bermanfaat dan berharap dapat diadakan secara berkala dengan tema-tema yang terus memperkuat kualitas keluarga mereka.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini ditutup dengan doa bersama agar semua keluarga Bhayangkari dan Polri senantiasa diberkahi dengan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Ustazah Zidni Ilman Nafi’an, MA menutup tausiyahnya dengan pesan yang mengena, “Ingatlah, setiap malam yang kalian lalui dengan senyuman untuk pasangan adalah sedekah, setiap kata lembut yang kalian ucapkan adalah pahala, dan setiap usaha menjaga keharmonisan adalah jihad terbesar dalam hidup. Jadilah istri yang membuat suami merindukan rumah, bukan melarikan diri dari rumah.” Pesan ini menjadi bekal berharga bagi para Ibu Bhayangkari untuk terus menginspirasi keluarga dan lingkungan sekitar mereka dengan cinta yang tulus dan abadi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































