Di Tengah pro dan kotranya mengenai makanan bergizi gratis (MBG), masih ada terselip mengenai efisensi Pendidikan untuk MBG. Bahkah jauh sebelum bergejolaknya Geopolitik Global dana mengenai Pendidikan terus di effisiensikan untuk makanan bergizi gratis.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh coordinator bidang perekonimian, perintah menyatakan dengan tegas akan memangkas sejumlah belanja, kecuali Program prioritas seperti MBG dan koperasi merah putih. Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa masih banyak sektor lain yang bisa dihemat atau di effisiensikan tanpa menyentuh MBG, dengan mengangkat permasalahan tingginya kasus tengkes (sunting) yang ditemuinya saat kampanye.
Anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 sebesar Rp268–355 triliun diklaim berasal dari efisiensi APBN. Namun, muncul keluhan dari masyarakat serta berbagai kontroversi terkait kebijakan efisiensi tersebut, termasuk pengalokasian dana pendidikan sebesar 20% dan pengurangan pada beberapa sektor tertentu untuk memfokuskan anggaran pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mewujudkan impian Generasi Emas 2045.
Data menunjukkan bahwa persoalan gizi di Indonesia bersifat ganda. Jumlah kasus stunting pada tahun 2024 masih mencapai 19,8 persen, namun pada saat yang sama 10,8 persen anak usia sekolah mengalami kelebihan berat badan dan 9,2 persen mengalami obesitas. Pemberian menu yang sama kepada semua anak bukan hanya tidak efisien, tetapi juga mengabaikan prinsip dasar dalam ilmu gizi.
Beberapa kajian menunjukkan bahwa penggunaan makanan olahan tinggi dalam program ini berisiko memperburuk masalah obesitas dan kesehatan. Alih-alih mendidik, program ini justru dapat membentuk kebiasaan makan yang salah pada anak-anak.
Meskipun dapat membuka lapangan kerja, manfaatnya lebih banyak dinikmati oleh kelompok atas dan berpotensi menambah praktik rente dalam pengelolaan anggaran publik. Besarnya keuntungan dari pengelolaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) membuat politisi, organisasi keagamaan, hingga aparat keamanan ikut terlibat dalam bisnis ini, sebagaimana dilaporkan oleh Indonesia Corruption Watch.
Memperbaiki desain MBG jelas bentuk efisiensi yang nyata. Dengan lebih tepat sasaran, pemerintah tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga meningkatkan dampak program secara signifikan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































