Pidie Jaya —Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang sangat rentan secara psikologis setelah mengalami bencana banjir. Perubahan lingkungan, hilangnya rutinitas belajar, serta pengalaman traumatis dapat berdampak pada emosi, konsentrasi, dan semangat belajar mereka. Menyadari kondisi tersebut, Kelompok 10 KKN Tematik Siklon Tropis Sinyar Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan pemulihan psikososial bagi anak-anak di Gampong Buangan, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak sekolah dasar. Mahasiswa KKN, khususnya dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), merancang aktivitas dengan konsep belajar sambil bermain agar anak-anak merasa nyaman, aman, dan tidak tertekan selama mengikuti kegiatan.
Sejak awal kegiatan, anak-anak diajak mengikuti senam ceria dan permainan kelompok sederhana untuk membangun suasana positif. Di sela-sela permainan, mahasiswa menyelipkan berbagai ice breaking edukatif yang bertujuan menjaga fokus, meningkatkan keberanian berbicara, serta melatih kerja sama. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak kembali beradaptasi dengan interaksi sosial pascabencana.
Selain itu, mahasiswa KKN juga melaksanakan latihan dan tes konsentrasi sederhana, seperti mengikuti instruksi bertahap, permainan fokus gerak dan suara, serta aktivitas yang melatih daya ingat dan ketelitian. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membantu anak-anak mengembalikan kemampuan konsentrasi yang sangat penting dalam proses belajar di sekolah.
Salah satu mahasiswa KKN Tematik USK dari Prodi PGSD, Syakila, menjelaskan bahwa pendekatan pedagogis menjadi dasar utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. “Sebagai calon guru SD, kami memahami bahwa anak-anak pascabencana tidak bisa langsung dituntut fokus belajar seperti biasa. Melalui permainan edukatif, ice breaking, dan latihan konsentrasi, kami ingin membantu mereka pulih secara emosional sekaligus menumbuhkan kembali kesiapan belajar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama kegiatan berlangsung terlihat perubahan perilaku pada anak-anak. Beberapa anak yang awalnya pasif dan mudah terdistraksi mulai menunjukkan peningkatan perhatian, keberanian, serta antusiasme dalam mengikuti instruksi. Hal ini menjadi indikator awal bahwa pendekatan yang digunakan memberikan dampak positif terhadap kondisi psikososial anak.
Kegiatan pemulihan ini turut dipadukan dengan aktivitas keagamaan di TPA serta sesi bercerita yang mengandung nilai-nilai positif. Melalui cerita dan interaksi ringan, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan, membangun rasa aman, serta menumbuhkan optimisme setelah mengalami bencana.
Keuchik Gampong Buangan, Junaidi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKN Tematik USK dalam mendampingi anak-anak di desanya. “Anak-anak terlihat lebih ceria dan semangat. Pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi anak usia sekolah dasar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pemulihan psikososial ini, Kelompok 10 KKN Tematik Siklon Tropis Sinyar USK berharap dapat membantu anak-anak sekolah dasar di Gampong Buangan kembali siap secara emosional dan kognitif untuk menjalani aktivitas belajar, sekaligus menegaskan peran mahasiswa PGSD dalam mendukung pendidikan dan pemulihan anak pascabencana.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































