Di zaman sekarang, teknologi semakin berkembang dengan cepat. Salah satu teknologi yang sedang banyak digunakan adalah Artificial Intelligence atau AI. AI adalah kecerdasan buatan yang dibuat untuk membantu manusia dalam berbagai pekerjaan, seperti mencari informasi, menjawab pertanyaan, menerjemahkan bahasa, bahkan membantu membuat tugas sekolah. Kehadiran AI memang sangat membantu siswa dalam belajar, tetapi penggunaan yang berlebihan juga bisa memengaruhi cara berpikir kritis siswa.
Banyak siswa merasa AI mempermudah mereka menyelesaikan tugas. Dengan sekali mengetik pertanyaan, jawaban bisa langsung muncul dalam hitungan detik. Hal ini tentu menghemat waktu dan tenaga. Selain itu, AI juga membantu siswa memahami materi yang sulit karena penjelasannya lebih cepat dan mudah dipahami. Tidak sedikit siswa yang menjadi lebih tertarik belajar karena adanya teknologi ini.
Namun, di balik manfaat tersebut, ada dampak yang perlu diperhatikan. Jika siswa terlalu sering bergantung pada AI, mereka bisa menjadi malas berpikir sendiri. Padahal, kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk melatih logika, menganalisis masalah, dan menemukan solusi. Ketika semua jawaban langsung diperoleh dari AI tanpa dipahami terlebih dahulu, siswa hanya menyalin informasi tanpa benar-benar mengerti isi materi.
Penggunaan AI yang tidak bijak juga dapat membuat kreativitas siswa menurun. Misalnya, saat diberi tugas menulis atau membuat pendapat pribadi, sebagian siswa lebih memilih meminta AI membuatkan jawaban secara langsung. Akibatnya, kemampuan menyusun ide dan mengembangkan pemikiran sendiri menjadi berkurang.
Walaupun begitu, AI sebenarnya bukan sesuatu yang harus ditakuti. Teknologi ini akan sangat bermanfaat jika digunakan dengan benar. Siswa sebaiknya menjadikan AI sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti usaha berpikir. Guru dan orang tua juga memiliki peran penting untuk mengarahkan siswa agar tetap aktif membaca, berdiskusi, dan mencari jawaban dengan kemampuan sendiri.
Di era digital ini, siswa perlu belajar menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu, AI dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu perkembangan pengetahuan tanpa mengurangi kemampuan berpikir dan kreativitas siswa.

NAMA: Yasminiati zebua
NIM: (250520038)
MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































