BOGOR – Gemuruh yel-yel kebanggaan, “elTAHFIDH… Keren! elTAHFIDH Indonesia… Kereeenn Abizzzz!” membahana memecah keheningan sore di Lapangan Sa’ad bin Abi Waqqash, SMA Qur’an elTAHFIDH. semangat itu menjadi penanda sakral ditutupnya rangkaian Leadership & Management Training (LMT) bagi santri baru SMP dan SMA Qur’an elTAHFIDH pada Ahad (26/7/2026).
Pelatihan intensif yang menggandeng personel militer RINDAM JAYA ini sukses menempa fisik, mental, dan spiritual para santri. Langkah ini menjadi babak awal elTAHFIDH Indonesia dalam mencetak “Generasi Qur’ani Muhammad Al Fatih”—sebuah miniatur pemuda tangguh yang memadukan ketegasan disiplin dengan keluhuran akhlak Al-Qur’an.
Menembus Batas Fisik di Sungai Cikarang
Upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Direktur SMA Qur’an elTAHFIDH, Ust. Sa’dul Hayyi, Lc., M.E. Alhafidh, berlangsung khidmat sekaligus emosional. Di bawah terik matahari Bogor, ketegapan sikap sempurna para santri baru mencerminkan transformasi besar yang telah mereka lalui.
Sebelum mencapai titik akhir ini, para santri diuji melalui berbagai simulasi kepemimpinan dan ketahanan yang ekstrem. Salah satu momen paling menguji mental adalah misi menyusuri derasnya aliran Sungai Cikarang. Di sana, ego pribadi dilebur. Mereka dipaksa saling bahu-membahu, menjaga keselamatan satu sama lain, dan membangun jiwa korsa (semangat kebersamaan) di tengah jeram sungai.
Meski gurat lelah tidak dapat disembunyikan dari wajah-wajah muda tersebut, sorot mata mereka memancarkan kebanggaan yang berbeda. Mereka bukan lagi remaja manja, melainkan calon pemimpin yang siap menghadapi tantangan zaman.
Pesan Sentral: Ilmu Tanpa Amal Bagaikan Pohon Tanpa Buah
Dalam amanatnya yang membakar semangat, Ust. Sa’dul Hayyi memberikan penekanan khusus mengenai esensi sejati dari pelatihan kepemimpinan ini. Beliau menegaskan bahwa LMT bukanlah sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah fondasi hidup yang harus diwujudkan dalam keseharian di pesantren.
“Seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan, mulai dari kedisiplinan, kerapian, kebersihan, tanggung jawab, hingga adab, harus melekat kuat sebagai identitas seorang penuntut ilmu,” ujar Ust. Sa’dul Hayyi dengan tegas di hadapan barisan santri.
Beliau juga mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual dan hafalan Al-Qur’an yang banyak tidak akan bermakna tanpa adanya implementasi nyata. “Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah,” pesan beliau, mengutip untaian hikmah klasik yang langsung menghujam ke dalam sanubari para peserta.
Fondasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Secara terpisah, kegiatan LMT ini merupakan pengejawantahan dari arahan strategis Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn. Sejak awal pembukaan, Abi Jhon telah menekankan pentingnya menyerap nilai militansi, loyalitas, dan semangat pengabdian prajurit TNI untuk diintegrasikan ke dalam jiwa santri.
Melalui kolaborasi elTAHFIDH dengan RINDAM JAYA, para santri dilatih untuk mampu memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum kelak memimpin umat dan bangsa. Manajemen waktu yang ketat, kepatuhan pada aturan pesantren, serta kesiapan berkorban demi kebaikan bersama menjadi kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang berhasil ditanamkan selama training berlangsung.
Acara kemudian diakhiri dengan do’a bersama dan suasana hangat penuh kebersamaan. Dengan berakhirnya LMT 2026, elTAHFIDH Indonesia kembali membuktikan komitmennya dalam menyuplai sumber daya manusia unggul yang cerdas, mandiri, berkarakter, dan siap mengabdi demi menyongsong peradaban Indonesia Emas 2045.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer