Bantul ( MTsN 6 Bantul ) — Pembiasaan pagi menjadi salah satu ikhtiar penting dalam membangun karakter religius sekaligus meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an peserta didik MTsN 6 Bantul. Hal ini tampak dari antusiasme murid kelas VIIE MTsN 6 Bantul dalam mengikuti kegiatan pembiasaan pagi yang rutin dilaksanakan setiap hari rabu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada hari Rabu(13/1/2026).
Kegiatan pembiasaan pagi ini diisi dengan tadarus dan murojaah hafalan Al-Qur’an secara bersama-sama. Suasana pagi yang tenang dimanfaatkan oleh murid VIIE untuk mempersiapkan hati dan pikiran, sehingga pembelajaran tidak hanya dimulai dengan kesiapan akademik, tetapi juga kesiapan spiritual.
Antusiasme murid terlihat dari kesungguhan mereka dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Meski dilaksanakan secara rutin, pembiasaan pagi justru menjadi momen yang dinantikan. Beberapa murid mengaku merasa lebih semangat dan percaya diri dalam menghafal Al-Qur’an karena dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Melalui pembiasaan ini, murid tidak hanya ditargetkan menambah hafalan, tetapi juga diajak untuk memaknai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Proses murojaah yang dilakukan setiap pagi melatih kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menjaga hafalan yang telah dimiliki.
Guru pendamping kelas VIIE menyampaikan bahwa pembiasaan pagi merupakan bentuk pembelajaran berkesadaran. Murid dilatih untuk menyadari pentingnya memulai aktivitas dengan nilai-nilai kebaikan. “Ketika hafalan Al-Qur’an dibiasakan sejak pagi, anak-anak menjadi lebih tenang, fokus, dan siap menerima pelajaran,” ungkap guru informatika MTsN 6 Bantul Imam Bibit.
Pembiasaan pagi ini juga menjadi ruang pembentukan karakter, seperti kebersamaan, saling menyemangati, dan menghargai proses. Murid yang hafalannya masih terbatas tetap diberi ruang untuk belajar tanpa tekanan, sementara murid yang lebih lancar menjadi motivasi bagi teman-temannya.
Melalui kegiatan pembiasaan pagi, MTsN 6 Bantul terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Hafalan Al-Qur’an tidak hanya dikejar dari sisi kuantitas, tetapi juga ditumbuhkan dengan kesadaran, keikhlasan, dan konsistensi. Antusiasme murid kelas VIIE MTsN 6 Bantul menjadi bukti bahwa pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. (imb)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































