Mojokembang, pacet 10/01/2026 – Sebagai mahasiswa saya melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra peternak sapi, saya memanfaatkan kotoran sapi yang dihasilkan setiap hari untuk dijadikan biogas sebagai sumber energi alternatif. Pembuatan biogas ini dilakukan dengan menggunakan media tong plastik berkapasitas 120 ml yang berfungsi sebagai reaktor fermentasi. Kotoran sapi segar dicampur dengan air hingga membentuk lumpur, kemudian dimasukkan ke dalam tong dan ditutup rapat agar tidak ada udara yang masuk, setelah dimasukkan dalam tong dan ditutup rapat ditunggu selama 7 hari agar biogas dari kotoran sapi dapat keluar, yang dilakukan mulai tanggal 10 januari sampai 17 januari di desa mojokembang kecamatan pacet.
Setelah itu, selang gas dipasang pada bagian atas tong sebagai saluran keluarnya gas hasil fermentasi. Tong biogas kemudian ditempatkan di area yang aman dan mendapatkan sinar matahari untuk membantu proses pembentukan gas. Selama beberapa hari, kotoran sapi mengalami proses fermentasi secara anaerob hingga menghasilkan biogas.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kotoran sapi dapat diolah menjadi energi yang bermanfaat, ditandai dengan terbentuknya gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk keperluan sehari-hari. Selain menghasilkan energi alternatif, pembuatan biogas ini juga membantu mengurangi bau limbah kandang dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar peternakan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































