Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan kegiatan pembinaan berbasis keagamaan bagi warga binaan sebagai upaya pembentukan karakter dan peningkatan keimanan, bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Mojokerto, Senin (2/2).
Kegiatan pembinaan keagamaan ini menghadirkan pemateri dari pondok pesantren luar Lapas yang memberikan tausiyah serta pembekalan rohani kepada warga binaan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya introspeksi diri, perbaikan akhlak, serta kesiapan menjalani kehidupan yang lebih baik. Pembinaan berbasis keagamaan tersebut menjadi salah satu program rutin yang dilaksanakan Lapas Mojokerto dalam rangka memberikan siraman rohani dan penguatan mental spiritual kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pemasyarakatan. Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian warga binaan agar lebih sadar dan bertanggung jawab. “Pembinaan keagamaan ini kami dorong agar warga binaan memiliki pegangan moral yang kuat, mampu memperbaiki diri, serta siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Rudi Kristiawan.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, inisial B, mengaku merasakan manfaat besar dari pembinaan keagamaan yang diberikan. Ia merasa lebih tenang dan termotivasi untuk terus memperbaiki diri. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Materi yang disampaikan membuat saya lebih introspeksi dan termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap WBP inisial B.
Melalui kegiatan pembinaan berbasis keagamaan ini, Lapas Mojokerto Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur berharap warga binaan dapat menjalani proses pembinaan secara utuh, tidak hanya secara fisik dan keterampilan, tetapi juga dengan penguatan spiritual sebagai bekal kehidupan ke depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


































































