SUKOHARJO, 2 Maret 2026 – Membicarakan konsep agama dan kepedulian sosial kepada kelompok marjinal membutuhkan pendekatan yang tidak biasa. Hal inilah yang dibuktikan oleh Ketua Santri Sahabat Bumi, M. Ibnu Nafiudin, saat didapuk menjadi narasumber utama dalam program inklusif “Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H” yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia.
Kegiatan yang populer dengan slogan “Pesantren Jalan Cahaya” ini sukses digelar selama dua hari satu malam, mulai Sabtu hingga Ahad (28 Februari – 1 Maret 2026), bertempat di Pendopo Balai Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.
Tampil di hadapan 100 orang peserta yang terdiri dari anak-anak dan pemuda penyandang disabilitas (tuna rungu wicara, tuna grahita, dan tuna daksa), serta remaja dari keluarga pra-sejahtera dan yatim dhuafa, M. Ibnu Nafiudin membawakan materi yang menggugah hati. Ia menerjemahkan tema berat “Islam dan Zakat Menguatkan Indonesia” menjadi narasi yang membumi bertajuk “Saling Jaga, Saling Cinta: Memaknai Zakat sebagai Pelukan Hangat Islam untuk Menguatkan Sesama”.
Melalui bantuan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan metode visual yang interaktif, Ibnu berhasil menghancurkan dinding pembatas komunikasi. Ia mengajak para peserta untuk memahami bahwa keberadaan mereka sangat dihargai, dan instrumen zakat adalah wujud nyata pelukan kasih sayang umat Islam kepada mereka yang memiliki keterbatasan.
“Bagi saya, berdiri di depan kawan-kawan disabilitas dan pemuda hebat ini bukan sekadar sedang mentransfer ilmu, melainkan bertukar energi dan cinta. Islam adalah agama kasih sayang (rahmatan lil ‘alamin), dan zakat itu ibarat pelukan hangat yang memastikan tidak ada satu pun dari mereka yang tertinggal atau berjuang sendirian,” ungkap M. Ibnu Nafiudin dengan penuh haru seusai mengisi sesi materi.
Lebih lanjut, pemuda yang aktif memimpin gerakan Santri Sahabat Bumi ini menekankan pentingnya penerimaan diri (fitrah). “Mereka sering kali merasa insecure karena stigma sosial. Tugas kita di Pesantren Jalan Cahaya ini adalah memulihkan luka batin itu (spiritual healing). Kita sampaikan bahwa di mata Allah, mereka adalah ciptaan yang istimewa. Menjaga sesama manusia, termasuk kawan-kawan disabilitas, sama pentingnya dengan menjaga bumi tempat kita berpijak,” tambahnya.
Pendekatan empati yang dibawakan oleh Ibnu Nafiudin mendapat apresiasi tinggi dari penyelenggara. Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menyebutkan bahwa kehadiran narasumber berjiwa muda sangat krusial untuk kesuksesan program ini.
“Materi Kak Ibnu sangat menyentuh dan tepat sasaran. Beliau tidak ceramah satu arah, tapi berdialog dengan hati. Kolaborasi Yayasan Kiblat Abinaya dan BAZNAS RI memang menargetkan narasumber yang bisa beradaptasi dengan audiens kami yang mayoritas berkebutuhan khusus. Hasilnya luar biasa, anak-anak merespons dengan tawa dan antusiasme tinggi,” jelas Fadhel.
Dampak positif dari sesi tersebut langsung dirasakan oleh peserta. Nadhifan Rafandra, salah satu peserta Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan, mengaku sangat terinspirasi oleh pemaparan materi tersebut.
“Penjelasan Kak Ibnu sangat seru dan bikin terharu. Lewat bantuan kakak Juru Bahasa Isyarat, aku jadi mengerti kalau banyak orang baik yang peduli sama kami lewat zakat. Aku janji mau jadi anak muda yang mandiri, rajin ibadah, dan peduli sama lingkungan sekitar seperti pesan Kak Ibnu,” ujar Nadhifan sambil tersenyum.
Kegiatan “Pesantren Jalan Cahaya” ini ditutup dengan sesi doa bersama dan penyaluran santunan dukungan ibadah dari BAZNAS RI kepada 100 penerima manfaat. Kehadiran tokoh-tokoh inspiratif seperti M. Ibnu Nafiudin diharapkan terus menjadi katalisator perubahan yang menguatkan jiwa generasi muda marjinal di Sukoharjo dalam menyambut indahnya bulan suci Ramadhan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”














































![Hadirkan Pendekatan Cinta Kasih, Ketua Santri Sahabat Bumi Rangkul 100 Pemuda Disabilitas di "Pesantren Jalan Cahaya" BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya 46 {"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/03/Picsart_26-03-03_04-00-36-285-750x536.jpg)





![Hadirkan Guru Influencer Arif Dehan Ramadhan, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Bangkitkan Semangat 100 Pemuda Disabilitas Sukoharjo Lewat "Pesantren Jalan Cahaya" 51 {"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/03/Picsart_26-03-03_04-07-12-744-75x75.jpg)




















