YOGYAKARTA, 3 Maret 2026 – Rifky Adyat Maulana, mahasiswa asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akrab disapa Ikky, pernah bermimpi mengabdi kepada negara lewat seragam polisi. Namun, kegagalan lolos seleksi penerimaan Bintara Polri setelah persiapan bertahun-tahun membuatnya harus menelan kekecewaan pahit.
Alih-alih terpuruk, Ikky bangkit dengan prinsip kegagalanku bukan akhir dari perjuanganku. Ia memanfaatkan nilai akademik SMA yang konsisten cemerlang sebagai modal utama mendaftar Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Dengan misi menegakkan keadilan, Ikky memilih Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasilnya, ia lolos tanpa tes tertulis.

Jujur, saat melihat layar pengumuman SNBP bertuliskan \’Selamat\’, kesedihan saya hilang seketika. Di titik itu saya sadar, Tuhan mematahkan hati saya di tes kepolisian bukan untuk menghancurkan masa depan, tapi untuk mengarahkan ke Fakultas Hukum UGM. Kegagalan kemarin bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian baru, ungkap Ikky.
Kisah Ikky membuktikan, kegagalan di satu pintu hanyalah cara Tuhan membuka peluang lain yang lebih tepat. Kini, dengan jas almamater UGM di pundak, mimpinya mengabdi tetap hidup—bukan di lapangan sebagai polisi, tapi kelak di meja hijau sebagai ahli hukum tangguh.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































