YOGYAKARTA – Gema suara azan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an bersahutan dengan derit pena di atas kertas ujian di Gedung Prof. H. Zaini Dahlan MA, Yogyakarta. Pada Minggu, 1 Maret 2026, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga menjadi panggung bagi ratusan remaja dalam ajang Islamic Science and Art (ISnA) Competition.
Perhelatan tahun kedua ini bukan sekadar lomba musabaqah biasa. Di bawah bendera kolaborasi PT Chaanakya Ekadanta Akademi dan UKM JQH Al-Mizan, ISnA mencoba mendobrak sekat antara pendidikan agama tradisional dan tuntutan akademik modern.
Ketua Pelaksana ISnA, Zai, menegaskan bahwa misi utama kegiatan ini adalah menghidupkan atmosfer Ramadhan yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga akademis.
“Kami berkomitmen menghadirkan kompetisi yang mampu menghidupkan suasana Ramadhan yang akademis sekaligus spiritualis”, ujarnya.
Inovasi Kategori Lomba
Semangat Fastabiqul Khairat menjadi pokok utama dalam pengembangan karakter para peserta. Hal ini terlihat dari keberagaman kategori yang ditawarkan, mulai dari jenjang TK hingga SMA:
• Kategori Religi : Meliputi Musabaqah Adzan, Tahfizh Alquran, dan seni Kaligrafi.
• Kategori Anak (TK): Menanamkan kecintaan pada agama melalui Mewarnai, Menulis Huruf Hijaiyah, dan Hafalan Doa Harian.
• Kategori Akademik Modern: Menantang nalar siswa melalui Matematika Integrasi dan Sains Integrasi.
Gengsi kompetisi ini kian mentereng dengan adanya rekomendasi resmi dari berbagai instansi pendidikan, termasuk Kementerian Agama Provinsi DIY serta Dinas Pendidikan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di wilayah Yogyakarta.
Keberhasilan acara ini juga ditopang oleh kemitraan dengan sektor swasta, mulai dari industri kuliner seperti Rocket Chicken, hingga sektor kecantikan dan edukasi seperti DRW Skincare dan Kumon Yogyakarta.
Apresiasi dan Prestasi
Acara puncak penanda dengan pembagian 69 posisi juara untuk berbagai kategori. Tak hanya trofi individu, maju juga memberikan penghargaan Juara Umum bagi sekolah atau instan yang berhasil mengumpulkan poin kemenangan terbanyak
Selain piala eksklusif, para pemenang membawa pulang sertifikat resmi yang dapat memperkuat portofolio akademik mereka.
Melalui ISnA, penggagas kegiatan berharap muncul generasi Indonesia yang tidak hanya piawai dalam penguasaan di tanah intelektual, namun tetap memiliki akar yang kokoh dalam spritual.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































