SIARAN BERITA. Medan (18/03/26) — Suasana Ramadhan di sekitar Universitas Sumatera Utara selalu menghadirkan pemandangan yang khas. Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan ini dipadati oleh pedagang takjil dan masyarakat yang berburu makanan untuk berbuka. Keramaian ini menjadi fenomena tahunan yang dinanti oleh banyak orang, terutama mahasiswa dan warga sekitar.
Berbagai jenis makanan dan minuman dijajakan di sepanjang jalan, mulai dari gorengan, kue basah, es buah, mi goreng, risol, dimsum, mochi, hingga bubur. Aroma makanan yang menggugah selera berpadu dengan suara tawar-menawar, menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat Ramadhan.
Salah seorang pedagang gorengan, Topan, mengaku telah berjualan sejak 1996. Selama Ramadhan, ia dapat memperoleh keuntungan rata-rata sekitar Rp300 ribu per hari. “Kalau Ramadan, pembeli lebih banyak dibanding hari biasa,” ujarnya.
Selain pedagang tetap, sejumlah pedagang musiman juga memanfaatkan momentum Ramadhan. Seorang penjual es buah menyebutkan dapat meraih keuntungan sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per hari.“Saya mulai berjualan dari pukul 15.00 WIB bersama suami. Selama Ramadhan, keuntungan bisa mencapai sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per hari. Dengan harga Rp5.000 per porsi, pembeli paling banyak mencari es buah dan es mangga jelly,” ujarnya.
Tidak hanya pedagang dewasa, mahasiswa juga turut ambil bagian. Ikhsan seorang mahasiswa terlihat menjajakan risol bersama temannya. Ia mengaku baru pertama kali berjualan di lokasi tersebut selama Ramadhan, “Ini pertama kali saya berjualan di sini. Sebelumnya, saya sudah berjualan risol sejak kelas 11 dan biasanya berjualan di lingkungan kampus, Selama Ramadhan, penjualan saya meningkat di bandingkan hari biasa”ujarnya.
Namun, keramaian ini juga menimbulkan tantangan, terutama terkait kemacetan dan kebersihan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi kerap tersendat akibat banyaknya kendaraan yang berhenti. Selain itu, sampah sisa makanan juga menjadi perhatian yang perlu ditangani bersama.
Meski demikian, suasana berburu takjil di sekitar Universitas Sumatera Utara tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Ramadhan di Kota Medan. Keramaian ini tidak hanya mencerminkan semangat berbagi dan kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ditulis Oleh: Makayla Tiara Putri, Rachel Priskila Turnip
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































