Semarang, 13 Maret 2026 – Mahasiswa Magang Kependidikan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi dalam Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Di SD Negeri Srondol Wetan 06 Semarang.
Kesadaran akan pentingnya kesiagaan terhadap bencana alam perlu ditanamkan sejak usia dini, khususnya kepada peserta didik di tingkat sekolah dasar. Indonesia sebagai negara yang rawan bencana, terutama gempa bumi, menuntut setiap individu memiliki pemahaman dasar tentang mitigasi bencana. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa magang kependidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di SD Negeri Srondol Wetan 06 pada tanggal 13 Maret 2026.

Sumber: PDD, Halaman SDN Srondol Wetan 06 Semarang, Jum’at (13/03/2026).(dok.PDD)
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6. Sosialisasi dipimpin oleh Ketua Magang, Silviana Athiyyah Fadhillah, didampingi oleh Wakil Ketua Magang, Sema Vidiastutik, serta tim Humas yang terdiri dari Artika Dessy Gardika Dewi dan Annisa Fitri Mahmudah. Seluruh tim berkolaborasi dalam merancang dan melaksanakan kegiatan agar berjalan dengan tertib, edukatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Materi yang disampaikan dalam sosialisasi berfokus pada bencana gempa bumi, meliputi pengertian gempa bumi, penyebab terjadinya gempa, serta dampak yang dapat ditimbulkan. Selain itu, peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta didik.

Sumber : PDD, Halaman SDN Srondol Wetan 06 Semarang, Jum’at (13/03/2026).(dok.PDD)
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi mitigasi bencana gempa bumi. Dalam simulasi tersebut, peserta didik diajak untuk mempraktikkan secara langsung cara menyelamatkan diri, seperti melakukan gerakan “drop, cover, and hold on” (menunduk, berlindung, dan berpegangan), melindungi kepala, serta melakukan evakuasi menuju tempat yang aman dengan tertib. Simulasi ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga memiliki kesiapan secara praktik ketika menghadapi situasi darurat.
Antusiasme peserta didik terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap arahan dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu memahami pentingnya kesiapsiagaan serta memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi bencana gempa bumi.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa magang dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan sosial. Mereka belajar untuk menyampaikan materi secara efektif, mengelola kegiatan dalam skala besar, serta membangun interaksi yang positif dengan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tumbuh kesadaran dan budaya siaga bencana sejak dini di lingkungan sekolah. Semangat “Satu Langkah Siaga, Sejuta Nyawa Terjaga” menjadi pengingat bahwa langkah kecil dalam edukasi mitigasi bencana dapat memberikan dampak besar dalam menyelamatkan banyak nyawa di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































