KEDIRI – Kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan implementasi website penjurusan minat dan bakat siswa di SMPN 1 Badas pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi sekaligus membantu siswa mengenali potensi diri sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.
Melalui inovasi digital bernama Arah Cita, mahasiswa menghadirkan sebuah platform berbasis website yang dirancang untuk membantu siswa memetakan minat, bakat, gaya belajar, hingga memperoleh rekomendasi jurusan secara otomatis sesuai dengan hasil tes yang dikerjakan. Website tersebut dikembangkan dengan tampilan antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna agar mudah diakses oleh siswa sekolah menengah pertama.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan jurusan ketika akan melanjutkan pendidikan. Tidak sedikit pelajar yang memilih jurusan hanya berdasarkan tren, pengaruh lingkungan, atau mengikuti pilihan teman tanpa memahami kemampuan dan potensi yang dimiliki. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada rendahnya motivasi belajar hingga ketidaksesuaian arah pendidikan di masa depan.

minat dan bakat (Sumber: Dokumentasi
Pribadi)
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa PTI Universitas Negeri Malang berupaya memberikan edukasi kepada siswa kelas 9 mengenai pentingnya mengenali potensi diri sejak dini, terutama di tengah perkembangan era digital yang menuntut kemampuan dan kompetensi yang semakin beragam.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya minat dan bakat dalam menentukan arah pendidikan. Para siswa diberikan pemahaman bahwa setiap individu memiliki kemampuan, karakter, dan gaya belajar yang berbeda sehingga pemilihan jurusan perlu disesuaikan dengan potensi masing-masing.
Mahasiswa juga menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi dunia pendidikan untuk menghadirkan sistem penjurusan yang lebih efektif, praktis, dan berbasis data. Melalui pendekatan digital, siswa dapat memperoleh gambaran awal mengenai kecenderungan kemampuan yang dimiliki sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih terarah.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan website Arah Cita. Para siswa tampak antusias mencoba fitur-fitur yang tersedia menggunakan perangkat laptop maupun telepon genggam masing-masing. Dalam website tersebut, siswa diminta mengisi instrumen tes minat dan bakat yang telah disusun secara sistematis.
Selain tes minat bakat digital, website Arah Cita juga memiliki fitur pemetaan gaya belajar siswa. Fitur tersebut membantu peserta memahami metode belajar yang paling sesuai dengan karakter mereka, seperti visual, auditori, maupun kinestetik. Hasil analisis dari website kemudian secara otomatis memberikan rekomendasi jurusan yang dianggap paling relevan bagi siswa, baik untuk jenjang SMA maupun SMK.
Mahasiswa PTI Universitas Negeri Malang menjelaskan bahwa website ini dirancang agar ringan diakses serta dapat digunakan dengan mudah oleh siswa maupun guru. Pengembangan sistem dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna sehingga proses pengisian data dapat berjalan secara sederhana dan efisien.
Kegiatan implementasi website Arah Cita juga memberikan manfaat bagi pihak sekolah, khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK). Data hasil tes siswa yang tersusun secara terorganisir dinilai dapat membantu guru BK dalam memberikan arahan lanjutan terkait rencana studi maupun pengembangan potensi peserta didik.

minat dan bakat (Sumber: Dokumentasi
Pribadi)
Dengan adanya data digital yang lebih sistematis, sekolah diharapkan dapat memiliki gambaran lebih jelas mengenai kecenderungan minat dan kemampuan siswa sebelum menentukan pilihan pendidikan lanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko salah memilih jurusan yang kerap terjadi pada siswa tingkat akhir sekolah menengah pertama.
Selain memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi program pengabdian masyarakat dan Asistensi Mengajar yang dijalankan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah tidak hanya membawa inovasi teknologi, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan kualitas pendidikan di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PTI Universitas Negeri Malang berharap website Arah Cita dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas oleh sekolah-sekolah lain. Dengan memanfaatkan teknologi digital dalam proses penjurusan, diharapkan siswa dapat lebih mengenal diri sendiri, menentukan arah pendidikan secara tepat, serta mempersiapkan masa depan sesuai potensi yang dimiliki.
Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, inovasi seperti Arah Cita dinilai menjadi salah satu langkah positif dalam mengintegrasikan teknologi dengan layanan pendidikan. Kehadiran platform digital berbasis minat dan bakat diharapkan mampu membantu menciptakan proses penjurusan yang lebih objektif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era modern.
Oleh: Kelompok 1 Jurusan Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































