Berdasarkan artikel resmi dari BINUS Accounting, fenomena greenwashing mulai menjadi perhatian dalam praktik sustainability reporting perusahaan di era ESG saat ini. Banyak perusahaan mulai menyusun laporan keberlanjutan untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Namun, keandalan laporan tersebut mulai dipertanyakan karena adanya potensi ketidaksesuaian antara informasi yang disampaikan dengan kondisi sebenarnya.
Perkembangan dunia bisnis modern menyebabkan perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian keuntungan, tetapi juga dituntut untuk memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui sustainability report atau laporan keberlanjutan. Laporan ini berisi informasi mengenai dampak sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat dan investor.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren sustainability reporting semakin meningkat seiring berkembangnya konsep Environmental, Social, and Governance (ESG). Banyak perusahaan mulai menyusun laporan keberlanjutan untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap isu lingkungan dan sosial. Selain itu, keberadaan sustainability report juga dianggap mampu meningkatkan citra perusahaan di mata publik dan menarik minat investor yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Namun, di balik meningkatnya tren tersebut, muncul fenomena greenwashing. Greenwashing merupakan tindakan perusahaan yang menampilkan citra seolah-olah peduli terhadap lingkungan melalui laporan atau kampanye keberlanjutan, padahal praktik nyata perusahaan belum sepenuhnya sesuai dengan informasi yang disampaikan. Fenomena ini menjadi perhatian karena dapat menyesatkan masyarakat dan investor dalam menilai kinerja perusahaan.
Dalam perspektif Accounting Theory, fenomena tersebut dapat dijelaskan melalui Legitimacy Theory. Teori ini menjelaskan bahwa perusahaan berusaha memperoleh legitimasi atau penerimaan dari masyarakat dengan menunjukkan bahwa aktivitas perusahaan telah sesuai dengan nilai dan harapan sosial. Sustainability report kemudian digunakan sebagai sarana untuk membangun citra positif perusahaan di mata publik.
Selain itu, fenomena ini juga berkaitan dengan Stakeholder Theory yang menjelaskan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab tidak hanya kepada pemegang saham, tetapi juga kepada stakeholder lain seperti masyarakat, konsumen, pemerintah, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, perusahaan terdorong untuk mengungkapkan informasi keberlanjutan sebagai bentuk akuntabilitas kepada seluruh pihak yang berkepentingan.
Konsep Triple Bottom Line juga terlihat dalam penerapan sustainability report. Konsep ini menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari profit, tetapi juga dari aspek people dan planet. Dengan demikian, perusahaan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kelestarian lingkungan.
Meskipun sustainability report memiliki tujuan yang baik, praktik greenwashing dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap laporan keberlanjutan perusahaan. Oleh sebab itu, diperlukan transparansi dan pengawasan yang lebih ketat agar informasi yang disampaikan benar-benar mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Laporan keberlanjutan seharusnya menjadi bentuk akuntabilitas perusahaan, bukan sekadar alat pencitraan untuk menarik simpati publik dan investor.
Berdasarkan fenomena tersebut, dapat disimpulkan bahwa sustainability report memiliki peran penting dalam perkembangan akuntansi modern karena membantu perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Namun, keberadaan greenwashing menunjukkan bahwa kualitas dan kejujuran informasi tetap menjadi tantangan utama dalam pelaporan keberlanjutan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyusun sustainability report secara transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan agar informasi yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi stakeholder.
Referensi
BINUS Accounting – Greenwashing: Manipulasi “Hijau” di Tengah Krisis Iklim 2026
IFRS Foundation Sustainability Standards
Belkaoui, Ahmed Riahi. Accounting Theory.
Deegan, Craig. Financial Accounting Theory.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































