Sleman, Jumat, 29 Mei 2026 – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Edukasi Anti-Bullying untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Perdamaian” di SD Negeri Caturtunggal 6, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami bahaya bullying serta menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Yuanita. Dalam sambutannya, Yuanita menyampaikan pentingnya membangun budaya sekolah yang positif melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama teman. Siswa juga diperkenalkan dengan tujuan kegiatan serta manfaat yang dapat diperoleh melalui sosialisasi tersebut. Sejak awal kegiatan, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh semangat.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak berpartisipasi aktif sehingga lebih siap menerima materi yang akan disampaikan. Suasana yang hangat dan komunikatif membuat siswa lebih percaya diri untuk menyampaikan pendapat maupun menjawab pertanyaan selama kegiatan berlangsung.
Materi sosialisasi kemudian disampaikan oleh Tika dan Nana. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, faktor penyebab terjadinya bullying, cara menjadi teman yang baik, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Dalam penyampaiannya, pemateri menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Selain penyampaian materi, siswa juga diajak untuk memahami berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti bullying verbal berupa ejekan dan penghinaan, bullying fisik berupa tindakan menyakiti teman secara langsung, serta bullying emosional yang dapat membuat seseorang merasa dikucilkan atau tidak diterima dalam kelompok pertemanan. Pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali perilaku yang tidak baik sekaligus mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif. Pada sesi ini, siswa diberikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan bullying dan cara menghadapinya. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Siswa yang berhasil menjawab dengan benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keberanian mereka selama kegiatan berlangsung.

Setelah sesi kuis, siswa diajak menyaksikan video edukatif mengenai bullying. Video tersebut menampilkan berbagai situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan contoh sikap yang tepat dalam menghadapi tindakan perundungan. Melalui media audiovisual, siswa dapat memahami materi secara lebih konkret dan menarik. Tayangan tersebut juga membantu siswa untuk lebih memahami dampak bullying terhadap korban serta pentingnya menunjukkan empati kepada sesama.

Menjelang akhir kegiatan, seluruh siswa mengikuti pembacaan deklarasi anti-bullying yang dipandu oleh Yuanita. Dalam deklarasi tersebut, siswa berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan bullying dalam bentuk apa pun, baik verbal, fisik, maupun emosional. Selain itu, siswa juga berjanji untuk saling menghargai, menjaga perasaan teman, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama menggunakan banner deklarasi anti-bullying yang telah ditandatangani oleh siswa. Banner tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan belajar yang positif, inklusif, dan bebas dari perundungan. Melalui penandatanganan banner, siswa tidak hanya memahami materi yang telah diberikan, tetapi juga menunjukkan kesediaan untuk menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berharap siswa semakin memahami pentingnya menghormati sesama, membangun hubungan pertemanan yang sehat, serta berani melaporkan tindakan bullying kepada guru maupun orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri atas Tika Sofiyani, Zaun Nawa, Yuanita Putri Dandi Rasya, Salsabila Putri Tarika, dan Aidil Fauza Abdillah. Melalui kegiatan tersebut, tim berharap nilai-nilai saling menghargai, kepedulian, dan sikap anti-perundungan dapat terus tumbuh serta diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 33 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)









































