SLEMAN, 9 Mei 2026 — Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak selamanya harus dimulai dari lahan pertanian. Melalui inisiasi program bernama SAKAT (Satu Kamar Satu Tanaman), mereka membawa bibit tanaman langsung ke pintu kamar kos di kawasan padat mahasiswa di Sleman, Yogyakarta.
Sabtu, 9 Mei 2026, tim SAKAT turun ke lapangan mengunjungi lima rumah kos di Kampung Kuningan, Karanggayam, dan Karangmalang, kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat permukiman mahasiswa di sekitar kampus UNY, Sleman. Kelima pelaksana program, Andhiny Nur Zaharani, Devita Nur Madani, Luthviana Fadhilah Ahmad, Rasya Lathif Nayudha, dan Rizki Amelia, membawa serta bibit pakcoy, bibit cabai, polybag, dan leaflet edukasi yang telah mereka rancang sendiri.
Setiap kunjungan berlangsung kira-kira 45 hingga 60 menit, ini mencakup sosialisasi, demonstrasi menanam langsung, hingga monitoring awal untuk memastikan penanaman berjalan dengan benar. Tim tidak pergi begitu saja setelah menyerahkan polybag. Persiapan kegiatan pun sudah dimulai jauh sebelum hari pelaksanaan, mulai dari konfirmasi kos sasaran, pembuatan leaflet edukasi, hingga pengadaan seluruh alat dan bahan.
Luthviana Fadhilah Ahmad, salah satu pelaksana SAKAT, menjelaskan bahwa mahasiswa kos dipilih bukan tanpa alasan. Kelompok ini dinilai memiliki keunikan tersendiri, beberapa diantaranya adalah mereka mampu mengelola kebutuhan hidup dengan anggaran terbatas, terbuka terhadap ide baru, dan tinggal berdekatan satu sama lain sehingga kebiasaan baik lebih mudah menyebar dan menular.
“Kampanye ini melatih mahasiswa untuk lebih mandiri, belajar bercocok tanam, dan memahami konsep ketahanan pangan sederhana,” ujar Luthviana. Secara strategis, tim memilih tanaman pakcoy dan cabai karena memang keduanya tidak membutuhkan lahan yang luas, tumbuh baik di polybag, dan bisa dipanen dalam waktu relatif singkat, cocok untuk kondisi dan kebutuhan mahasiswa kos.
Saat eksekusi, program ini disambut antusias oleh penghuni kos yang menjadi sasaran. Lia, salah satu mahasiswa kos sasaran program SAKAT, mengaku langsung tertarik begitu melihat demonstrasi penanaman berlangsung di halaman kosnya.
“Sebagai salah satu pemilik kos, saya merasa program menanam tanaman di kos merupakan kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat. Adanya tanaman dapat meningkatkan kesadaran saya akan pentingnya menjaga lingkungan dan merawat tumbuhan dengan rutin menyiram serta memeliharanya. Saya juga merasa senang dan antusias untuk mengikuti program ini karena dapat membuat lingkungan kos menjadi lebih hijau, nyaman, dan asri,” ujar Lia.

Tim SAKAT secara sadar merancang program ini dengan mengacu pada empat poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDG ke-2 (Tanpa Kelaparan) dan ke-12 (Konsumsi & Produksi Bertanggungjawab), menjadi fondasi utama, sementara SDG ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan ke-11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) menjadi dampak turunannya. Dari sepuluh penghuni kos yang dilibatkan, diharapkan semuanya merasakan dampak ini.
Rasya Lathif Nayudha, eksekutor kegiatan, menyebut program ini sebagai “permukiman hijau yang dimulai dari langkah paling sederhana.” Selain menyediakan bahan pangan alami yang bisa diolah sendiri, kehadiran tanaman di kamar kos juga memperbaiki kualitas udara di ruang yang sering kali tertutup dan minim ventilasi, sekaligus menciptakan suasana yang lebih layak huni.
Yang menariknya lagi, kelima penggagas SAKAT bukan berasal dari jurusan pertanian, kehutanan, atau teknik lingkungan. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY, dengan didampingi dosen pembimbing Primanisa Inayati Azizah, M.Pd. Justru dari situlah kekuatan SAKAT berada, mereka memahami cara menyampaikan pesan, merancang leaflet yang mudah dipahami, dan melakukan pendekatan yang tidak menggurui.
Gerakan ini berhasil karena disampaikan dengan bahasa yang tepat kepada orang yang tepat. Sebuah perencanaan yang tidak main-main untuk sebuah gerakan yang kerap dianggap “kecil”.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































