KABUPATEN MALANG – Berada di kaki Gunung Bromo, Desa Wisata Wringinanom atau Dewi Anom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menawarkan pengalaman wisata berbasis alam, budaya, pertanian, kerajinan, dan kuliner lokal.
Pengembangan desa wisata ini mulai digalakkan pada 2019 oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Wringinanom bersama masyarakat. Setelah memperkuat kelembagaan, memetakan potensi desa, serta mengembangkan berbagai aktivitas wisata, Wringinanom berhasil masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari sekitar 6.000 desa wisata peserta dan meraih Juara II Kategori Desa Wisata Maju.
“Kami mulai merintis dari nol sejak 2019, setelah Pokdarwis yang terbentuk pada 2017 sempat berjalan tanpa program. Awalnya kami berangkat dari hobi, kemudian muncul keinginan untuk mempertahankan sekaligus melestarikan budaya,” ujar Galuh Prasetyo, Ketua Pokdarwis Dewi Anom.
Menyusuri Sungai, Menjelajahi Desa
Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Wringinanom adalah Banyumoro Adventure, kawasan wisata petualangan yang menawarkan aktivitas river tubing dengan memanfaatkan aliran Sungai Amprong. Selain river tubing, wisatawan juga dapat menikmati berbagai aktivitas lain, seperti hiking, trekking, fotografi alam, outbound, dan camping. Selain itu, Wringinanom menjadi salah satu titik keberangkatan wisata jip menuju Gunung Bromo dengan lebih dari 150 armada yang tergabung dalam paguyuban.

Pengalaman wisata di Wringinanom tidak berhenti pada wisata petualangan. Wisatawan juga dapat mengenal kehidupan masyarakat perdesaan melalui kegiatan agrowisata, mulai dari memetik jeruk hingga mengikuti edukasi panen selada air.
Kreativitas dan Tradisi yang Menghidupkan Desa
Selain wisata alam, kekuatan Desa Wisata Wringinanom juga hadir dari kreativitas masyarakatnya. Salah satu produk kerajinan yang dikembangkan adalah Sandal Brogger Craft, kerajinan yang memanfaatkan limbah eceng gondok dan kain perca. Wisatawan tidak hanya dapat membeli produk tersebut sebagai buah tangan, tetapi juga berkesempatan mengikuti lokakarya untuk mengenal secara langsung proses pembuatannya.
Kekayaan budaya desa juga terus dijaga melalui berbagai kesenian dan tradisi, seperti Bantengan, Tari Beskalan Putri, Gamelan Karawitan, Kirab Budaya Satu Suro, dan tradisi Barikan.

Satu Desa, Beragam Cara Menikmati Wisata
Untuk memberikan beragam pilihan pengalaman kepada wisatawan, Desa Wisata Wringinanom menyediakan sejumlah paket wisata yang dapat disesuaikan dengan waktu dan minat pengunjung. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain Medium Trip River Tubing, Long Trip River Tubing, Outbound and Tubing, serta Camping and Tubing.
Bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo, tersedia pula sejumlah pilihan perjalanan, seperti One Day Trip, Two Days One Night Trip, hingga Bromo Midnight.

Dengan beragam pilihan tersebut, wisatawan dapat menentukan pengalaman sesuai dengan minat masing-masing, mulai dari menikmati alam, mengikuti kegiatan petualangan, mengenal aktivitas pertanian, mempelajari kerajinan, menikmati kuliner lokal, hingga menyaksikan kekayaan budaya masyarakat.
Pengembangan Desa Wisata Wringinanom dilakukan melalui kolaborasi pemerintah desa, Pokdarwis, pelaku UMKM, masyarakat, komunitas, dan akademisi. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan dalam membangun pariwisata yang tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya dan potensi lokal.
Pokdarwis Desa Wisata Wringinanom turut memanfaatkan media sosial melalui akun Instagram @desawisata_wringinanom dan TikTok @pesonadewianom untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan desa.
Oleh: Faisal Agymnastiar Rahmad Fradani
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































