Ponorogo, 20 Juli 2026 — Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo Ponorogo menyelenggarakan seminar inspiratif bertajuk “Menjadi Santri di Era AI: Menjaga Akhlak, Menguasai Zaman.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri kelas X hingga XII sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter sekaligus membangun kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Apakah Pesantren Masih Relevan di Era AI?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu isu yang sering muncul seiring berkembangnya teknologi digital dan meningkatnya penggunaan AI dalam berbagai bidang.
Masih ada anggapan bahwa pesantren hanya berfokus pada pendidikan agama dan kurang mampu mengikuti perkembangan zaman. Di sisi lain, berbagai pemberitaan negatif mengenai kasus yang terjadi di sejumlah pesantren kerap membentuk persepsi publik yang tidak utuh terhadap lembaga pendidikan pesantren secara keseluruhan.
Melalui seminar ini, Pesantren Darul Falah ingin memberikan perspektif yang lebih komprehensif bahwa satu peristiwa tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai ribuan pesantren yang setiap hari berkontribusi mencetak generasi berakhlak, mandiri, dan berprestasi.
Pendidikan Karakter Tetap Menjadi Jawaban
Dalam seminar tersebut, narasumber Ahmad Madani, Praktisi Pemasaran & Vokasi, Juri LKS-Dikmen Bidang Lomba Digital Marketing Tingkat Nasional, Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia, sekaligus Co-Founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi tidak mengurangi pentingnya pendidikan karakter.
Menurutnya, AI mampu membantu manusia bekerja lebih cepat, mengolah informasi dalam jumlah besar, dan meningkatkan produktivitas. Namun teknologi tidak dapat menggantikan nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, empati, maupun akhlak.
“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan arah penggunaannya adalah karakter manusia. Karena itu, pendidikan akhlak justru semakin penting di era AI,” ujar Ahmad Madani.
Sebagai alumni pesantren, Ahmad Madani juga membagikan pengalaman pribadinya bahwa latar belakang pendidikan pesantren tidak menjadi penghalang untuk berkarya di bidang teknologi, pemasaran, pendidikan vokasi, maupun pengembangan Artificial Intelligence.
Pesantren Darul Falah Mengembangkan Potensi Santri Secara Menyeluruh
Pesantren Darul Falah Sukorejo Ponorogo terus mengembangkan model pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan penguatan kompetensi abad ke-21.
Selain pembelajaran agama, santri juga memperoleh kesempatan mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan seperti multimedia, seni dan orkestra, olahraga, serta cabang olahraga modern seperti jiujitsu, padel, dan kabaddi.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pesantren untuk membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial, teknologi, dan dunia kerja.
Pesantren Melahirkan Pemimpin Masa Depan
Seminar ini menegaskan bahwa pendidikan pesantren bukanlah pendidikan yang terpisah dari perkembangan zaman.
Sebaliknya, pesantren menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, disiplin, kemampuan beradaptasi, serta semangat belajar sepanjang hayat. Nilai-nilai tersebut justru menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di tengah transformasi digital.
Ketika dunia berbicara mengenai kecerdasan buatan, otomatisasi, dan inovasi teknologi, pesantren tetap berperan membentuk manusia yang mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan berlandaskan akhlak.
Komitmen Menyiapkan Generasi Berkarakter dan Adaptif
Melalui penyelenggaraan seminar ini, Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah berharap para santri memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai yang telah dibangun selama mondok.
Pesantren meyakini bahwa kemajuan teknologi dan pendidikan karakter bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam membentuk generasi yang unggul.
Menjadi santri bukan berarti tertinggal oleh zaman. Menjadi santri adalah proses mempersiapkan diri untuk memimpin zaman dengan akhlak, ilmu, dan kompetensi.
Tentang Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo Ponorogo
Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo Ponorogo merupakan lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen membentuk generasi berakhlak mulia, mandiri, adaptif, dan berdaya saing. Melalui perpaduan pendidikan keagamaan, pengembangan karakter, serta berbagai program penguatan kompetensi, Darul Falah terus mendorong lahirnya santri yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di era transformasi digital.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































