Pada tahun 2026, industri kecantikan di Indonesia melalui perubahan strategi pemasaran digital yang cukup besar. Beberapa merek kecantikan dalam negeri dan internasional mulai mengurangi ketergantungan mereka pada marketplace seperti Shopee dan beralih menggunakan situs resmi, media sosial untuk berjualan, serta saluran penjualan langsung ke konsumen. Fenomena ini ramai dibicarakan setelah beberapa merek kecantikan terkenal ditemukan menutup atau mengurangi operasional toko resminya di marketplace, karena naiknya biaya operasi dan menurunnya keuntungan yang diperoleh.
Pembahasan
Marketplace seperti Shopee selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu jalur utama dalam memasarkan produk kecantikan. Namun, di tahun 2026, muncul berbagai kebijakan baru yang menyebabkan kenaikan biaya layanan, komisi penjualan, biaya logistik, serta biaya promosi yang harus dikeluarkan oleh para penjual. Kondisi itu membuat banyak brand kecantikan merasa keuntungan yang mereka dapatkan semakin berkurang.
Beberapa merek lokal memilih membuat situs web resmi dan memperkuat strategi langsung ke pelanggan agar bisa berinteraksi langsung dengan konsumen tanpa harus bayar biaya platform yang mahal. Langkah ini juga memberi kemampuan lebih besar untuk mengelola data pelanggan, program loyalitas, dan strategi pemasaran yang digunakan.
Fenomena itu semakin berkembang karena adanya gerakan yang mendapat banyak respon di media sosial yang mengajak orang untuk tidak menggunakan marketplace lagi. Beberapa merek kecantikan seperti True to Skin dan Raecca dianggap mulai mengurangi kegiatan jual beli di pasar online dan lebih memperhatikan situs web resmi mereka.
Meski begitu, Shopee tetap menjadi platform yang memiliki pasar yang cukup besar untuk produk kecantikan. Penjualan di kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa berbagai merek seperti Skintific, Glad2Glow, La Roche-Posay, Wardah, dan lainnya masih mendapatkan penjualan yang tinggi melalui platform Shopee. Ini menunjukkan bahwa marketplace masih menjadi saluran utama bagi konsumen untuk mencari dan membeli produk kecantikan.
Selain biaya, perubahan cara belanja orang juga memengaruhi cara brand kecantikan membangun strategi mereka. Konsumen sekarang bisa dengan mudah mencari informasi tentang produk melalui media sosial, situs web resmi, dan kelompok online. Sebab itu, brand tidak lagi sepenuhnya mengandalkan marketplace sebagai satu-satunya cara untuk menjual produk.
Kesimpulan
Penurunan penjualan brand kecantikan di Shopee pada tahun 2026 bukan karena masyarakat kehilangan ketertarikan terhadap produk kecantikan, tetapi karena para brand mengubah strategi bisnis mereka. Meningkatnya tarif layanan pasar, ongkos kirim, dan persentase penjualan mendorong banyak merek untuk fokus lebih ke situs web resmi dan saluran jual langsung. Namun, Shopee tetap menjadi marketplace yang berpengaruh besar dalam industri kecantikan Indonesia karena jumlah pengguna dan volume pesanan yang masih tinggi. Karenanya, sebagian besar brand kecantikan saat ini menggunakan strategi omnichannel, yaitu menggabungkan marketplace, website resmi, dan media sosial agar bisa meningkatkan penjualan dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan.
Daftar Pustaka
1. Sentrasoft. (2026). Brand Owners Berbondong-bondong Tutup dari Shopee dan Tokopedia, Kenapa? Diakses dari Sentrasoft
2. Retno Ayuningrum. (2026). Kata Kemendag soal Ramai Seller Minggat dari E-Commerce. Diakses dari Detik Jabar
3. Reyvan Maulid. (2026). Seller Mundur Perlahan karena Fee E-Commerce Makin Mencekik? Diakses dari IDN Times
4. Achmad Fauzi & Fakhri Fuadi Muflih. (2026). Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir? Diakses dari Suara.com
5. Nabilah Muhamad. (2026). 10 Best-Selling Facial Moisturizer Brands on Shopee Indonesia in Q1 2026. Diakses dari Databoks Katadata
6. Compas.co.id. (2026). Wardah, Facetology & Azarine Kuasai Sunscreen Aftersun Shopee Q1 2026. Diakses dari Compas.co.id
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































