Pontianak – Sebuah kebanggaan besar menyelimuti keluarga besar SMAN 1 Kota Pontianak. Tim kreatif yang terdiri dari empat siswa lintas angkatan—satu dari Kelas XII dan tiga dari Kelas XI—berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dalam Lomba Film Pendek Edukasi tingkat Nasional yang digelar oleh HMBK FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) pada 23 Mei 2026. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara senior dan junior mampu melahirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat akan nilai edukasi.
Mengangkat tema pencegahan perundungan (bullying) yang saat ini marak terjadi di kalangan pelajar, tim yang diprakarsai oleh Muhammad Rayka Pramudhyta P. R. Ramadhany (Kelas XII) ini berhasil menyisihkan puluhan peserta dari berbagai provinsi. Keunikan dari tim ini terletak pada fleksibilitas masing-masing anggota yang mampu merangkap berbagai posisi penting di balik layar, meskipun mereka terdiri dari perbedaan jenjang kelas.
Rayka, selaku siswa senior sekaligus penggagas proyek, mengemban tugas ganda sebagai aktor dan penguasa teknis produksi. Ia bertanggung jawab penuh atas urusan editor, soundman, coloring, hingga lighting yang menghidupkan suasana setiap adegan. Tak kalah cakap, dua siswa Kelas XI yaitu Loise Fernando dipercaya sebagai aktor utama yang menjadi tulang punggung cerita dan turut membantu di meja editing, serta Artantyo Danang Rusdianto yang berani mengambil tantangan berat sebagai aktor antagonis, sembari menyumbangkan keahliannya di bidang editing dan tata suara. Melengkapi barisan, Wiam Laksmita Gunarto (Kelas XI) berperan sebagai aktor pendukung sekaligus pembantu umum yang sigap mengatasi segala kebutuhan teknis di lapangan.
“Kami sangat bersyukur karena kerja keras kami berbuah manis. Menyatukan visi antara kakak kelas XII dan adik-adik kelas XI memang awalnya menjadi tantangan tersendiri, tapi justru di situlah kekuatan kami. Kami saling belajar—kami dari Kelas XII belajar tentang semangat dan perspektif baru mereka, dan mereka belajar tentang teknis produksi serta pengalaman panggung dari kami,” ujar Rayka mewakili tim.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Pontianak mengapresiasi kemenangan ini sebagai pencapaian yang sangat membanggakan. Menurutnya, kolaborasi lintas angkatan ini menjadi contoh ideal bahwa prestasi tidak mengenal batas usia atau jenjang kelas. “Film yang mereka buat tidak hanya menghibur, tetapi menjadi media kampanye yang efektif untuk menghentikan perundungan. Kami sangat bangga melihat kakak kelas XII yang membimbing adik-adik Kelas XI-nya, dan hasilnya luar biasa membanggakan,” tuturnya.
Kemenangan di ajang nasional ini menjadi penutup manis bagi Rayka yang sebentar lagi menempuh kelulusan, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi Loise, Artantyo, dan Wiam yang masih duduk di Kelas XI. Ini membuktikan bahwa generasi muda Kalimantan Barat memiliki potensi besar di bidang sinematografi, dan keberhasilan ini diharapkan menjadi warisan semangat bagi seluruh siswa SMAN 1 Pontianak untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkarya di kancah nasional
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































