Cara Mengukur dan Mengelola Risiko Pasar dalam Investasi
Menurut Hanafi (2016) mengemukakan bahwa risiko merupakan selisih antara imbal hasil yang diantisipasi dan imbal hasil aktual yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak yang berkepentingan. Di sisi lain, COSO (2017) mendefinisikan risiko sebagai potensi terjadinya suatu kejadian yang berimplikasi pada terwujudnya strategi dan sasaran organisasi. Khusus dalam ranah investasi, Fahmi (2018) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan risiko investasi adalah ketidakpastian mengenai imbal hasil yang akan diterima oleh investor di waktu mendatang, yang disebabkan oleh fluktuasi kondisi pasar atau pengaruh dari faktor eksternal lainnya.
2.2 Kategori Risiko Pasar
Risiko pasar adalah sejenis risiko finansial yang timbul dari pergeseran dalam kondisi pasar secara umum, yang berpotensi untuk mempengaruhi nilai investasi atau aset keuangan yang dipegang oleh individu maupun institusi. Merujuk pada literatur oleh Fahmi (2018) serta Bank Indonesia (2021), risiko pasar ini dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis turunan utama, antara lain:
• Risiko Suku Bunga: jenis risiko yang muncul karena adanya perubahan pada tingkat suku bunga pasar yang berdampak pada valuasi instrumen yang sensitif terhadap bunga, seperti obligasi dan simpanan berjangka.
• Risiko Nilai Tukar: jenis risiko yang disebabkan oleh volatilitas pada nilai tukar mata uang, yang berakibat pada perubahan nilai aset atau kewajiban yang dinyatakan dalam mata uang asing.
• Risiko Harga Ekuitas: Potensi penurunan nilai aset investasi sebagai akibat dari pergerakan harga saham di pasar modal.
• Risiko Harga Komoditas: Ancaman kerugian yang bersumber dari volatilitas harga pada barang-barang komoditas, contohnya minyak, emas, dan produk pertanian.
• Risiko Likuiditas Pasar: Kemungkinan kesulitan dalam melakukan transaksi jual beli suatu instrumen secara efisien tanpa menimbulkan dampak negatif yang berarti pada nilainya.
2.3 Kerangka Manajemen Risiko
Penelitian ini dilandasi pada kerangka kerja manajemen risiko yang bertumpu kepada standar ISO 31000:2018 yang memberikan aturan & dasar mengenai prinsip, kerangka kerja, dan proses generik untuk praktik terbaik dalam mengelola risiko pada setiap jenis organisasi atau konteks, termasuk pengelolaan portofolio investasi. ISO 31000 menguraikan komponen proses manajemen risiko sebagai identifikasi risiko, analisis, evaluasi, dan penanganan—semua proses ini merupakan aktivitas berkelanjutan di mana komunikasi, konsultasi, serta peninjauan dan pemantauan merupakan bagian integral di setiap tahap. Kami memilih pendekatan ini karena pendekatan ini memberi Anda metode yang sistematis untuk menghitung risiko berdasarkan dua faktor, yaitu kemungkinan suatu peristiwa terjadi dan dampak yang diakibatkannya, yang divisualisasikan menggunakan matriks risiko.
3. Metode Penelitian
3.1 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis kondisi risiko pasar yang dihadapi dalam aktivitas investasi, serta menjelaskan bagaimana proses identifikasi, pengukuran, dan mitigasi risiko dilakukan berdasarkan kerangka kerja yang telah ditetapkan.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan dua sumber data utama. Pertama, data sekunder dari laporan keuangan, rilis data makroekonomi resmi (tingkat bunga acuan, nilai tukar, indeks harga saham, dan indeks harga komoditas), serta studi dan publikasi ilmiah tentang risiko pasar. Kedua, data kualitatif dari pergerakan pasar dan studi literatur mengenai manajemen risiko yang digunakan oleh institusi keuangan dan manajer investasi.
3.3 Metode Analisis Risiko
Dalam penelitian ini, dua dimensi utama analisis risiko dievaluasi: likelihood (kemungkinan terjadinya risiko) dan impact (dampak risiko terhadap nilai portofolio). Skor likelihood menunjukkan frekuensi atau kemungkinan terjadinya peristiwa risiko, sedangkan skor impact menunjukkan seberapa besar kerugian finansial atau kehilangan nilai portofolio yang dapat terjadi. Kedua skor tersebut kemudian dikalikan untuk menghasilkan skor risiko total (risk score = likelihood x impact), yang selanjutnya dipetakan ke dalam Matriks Risiko 5×5 (Risk Heat Map) untuk menentukan level risiko, yaitu Low (skor 1-4), Medium (skor 5-9), High (skor 10-19), dan Extreme (skor 20-25).
4. Hasil dan Penelitian
4.1 Identifikasi Risiko
Berdasarkan hasil identifikasi terhadap kondisi pasar dan karakteristik portofolio investasi, ditemukan lima kejadian risiko pasar (risk events) yang relevan untuk dianalisis lebih lanjut, yaitu risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko harga ekuitas/komoditas, risiko likuiditas pasar, dan risiko inflasi. Kelima risiko tersebut dipilih karena dianggap memiliki potensi dampak paling signifikan terhadap pencapaian tujuan investasi dalam kondisi pasar saat ini.
4.2 Analisis dan Evaluasi Risiko
Tabel 1 berikut menyajikan register risiko (risk register) yang memuat hasil penilaian likelihood (L), impact (I), skor risiko, level risiko, serta akar penyebab (root cause) dari masing-masing risiko yang telah diidentifikasi.
No | Risiko | Kategori | L | I | Skor & Level | Penyebab Utama (Root Cause) |
1 | Risiko Suku Bunga (Interest Rate Risk) | Pasar | 5 | 5 | 25 – Extreme | Kebijakan moneter agresif Bank Sentral (kenaikan suku bunga acuan) yang berdampak pada penurunan harga obligasi dan saham secara bersamaan |
2 | Risiko Nilai Tukar (Exchange Rate Risk) | Pasar | 4 | 4 | 16 – High | Tingginya ketergantungan portofolio pada aset/emiten berbasis impor dan volatilitas geopolitik global yang memengaruhi kurs Rupiah |
3 | Risiko Harga Ekuitas/Komoditas (Equity & Commodity Price Risk) | Pasar | 3 | 3 | 9 – Medium | Konsentrasi portofolio pada sektor tertentu (sektor komoditas) tanpa diversifikasi yang memadai |
4 | Risiko Likuiditas Pasar (Market Liquidity Risk) | Pasar | 2 | 4 | 8 – Medium | Investasi pada instrumen dengan volume perdagangan rendah sehingga sulit dilikuidasi pada saat dibutuhkan |
5 | Risiko Inflasi (Inflation Risk) | Pasar | 3 | 2 | 6 – Medium | Tekanan inflasi domestik akibat kenaikan harga energi dan pangan yang menggerus return riil investasi |
Tabel 1. Register Risiko Pasar dalam Investasi
Selanjutnya, kelima risiko tersebut dipetakan ke dalam matriks risiko (heat map) sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1. Pemetaan ini bertujuan untuk memvisualisasikan posisi masing-masing risiko berdasarkan kombinasi nilai likelihood dan impact, sehingga prioritas penanganan dapat ditentukan secara lebih jelas.
Dampak \ Kemungkinan | 1 Jarang | 2 Mungkin | 3 Kadang | 4 Sering | 5 Hampir Pasti |
5 – Sangat Besar |
|
|
|
| R1 |
4 – Besar |
|
|
| R2 |
|
3 – Sedang |
|
| R3 |
|
|
2 – Kecil |
|
|
|
|
|
1 – Sangat Kecil |
|
|
|
|
|
Gambar 1. Matriks Risiko (Heat Map) 5×5
| Low (Rendah) – Skor 1-4 |
| Medium (Sedang) – Skor 5-9 |
| High (Tinggi) – Skor 10-19 |
| Extreme (Ekstrem) – Skor 20-25 |
Keterangan: R1 = Risiko Suku Bunga, R2 = Risiko Nilai Tukar, R3 = Risiko Harga Ekuitas/Komoditas
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil pemetaan pada matriks risiko, terdapat tiga risiko yang memerlukan perhatian utama karena berada pada level High hingga Extreme, yaitu risiko suku bunga, risiko nilai tukar, dan risiko harga ekuitas/komoditas.
a. Risiko Suku Bunga (Level Extreme, Skor 25)
Risiko suku bunga menempati posisi tertinggi dalam matriks risiko karena kombinasi likelihood dan impact yang sama-sama berada pada level maksimum. Hal ini disebabkan oleh kebijakan moneter yang agresif dari bank sentral dalam merespons tekanan inflasi global, yang menyebabkan kenaikan suku bunga acuan secara signifikan dan berkelanjutan. Akar permasalahan (root cause) dari risiko ini adalah tingginya proporsi instrumen berbasis bunga fixed-rate dalam portofolio tanpa strategi lindung nilai yang memadai. Dampaknya terhadap tujuan organisasi sangat signifikan, karena kenaikan suku bunga secara langsung menurunkan nilai pasar obligasi yang dimiliki serta meningkatkan biaya pendanaan, sehingga dapat mengganggu pencapaian target return portofolio secara keseluruhan.
b. Risiko Nilai Tukar (Level High, Skor 16)
Karena kemungkinan dan dampak yang sama-sama berada pada tingkat tertinggi, risiko suku bunga berada di posisi tertinggi dalam matriks risiko. Hal ini disebabkan oleh kebijakan moneter yang agresif yang diterapkan bank sentral untuk menanggapi tekanan inflasi global, yang menghasilkan kenaikan suku bunga acuan yang signifikan dan terus menerus. Karena tidak ada strategi lindung nilai yang memadai, sebagian besar instrumen dalam portofolio berbasis bunga tetap adalah akar masalah dari risiko ini. Karena kenaikan suku bunga secara langsung menurunkan nilai pasar obligasi yang dimiliki serta meningkatkan biaya pendanaan, kenaikan ini dapat mengganggu pencapaian target return portofolio secara keseluruhan. Ini memiliki dampak yang signifikan terhadap tujuan perusahaan.
c. Risiko Harga Ekuitas/Komoditas (Level Medium mendekati High, Skor 9)
Meskipun berada pada level Medium, risiko ini tetap perlu diperhatikan karena berada dekat dengan ambang batas level High. Penyebab utama dari risiko ini adalah konsentrasi portofolio yang cukup tinggi pada saham-saham dalam sektor komoditas dan saham-saham lainnya yang sangat sensitif terhadap pergerakan harga global tanpa diversifikasi lintas sektor yang memadai. Apabila harga saham atau komoditas berubah secara drastis, dampaknya dapat memperbesar volatilitas nilai portofolio secara keseluruhan.
6. Mitigasi dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi risiko, berikut disajikan strategi respon dan rencana aksi mitigasi untuk masing-masing risiko pasar yang telah diidentifikasi, sebagaimana ditampilkan pada Tabel 2.
Risiko | Strategi Respon | Rencana Aksi Mitigasi |
Risiko Suku Bunga | Mitigate (Kurangi) | Melakukan diversifikasi durasi obligasi (laddering), mengalokasikan sebagian portofolio ke instrumen floating rate, serta menggunakan instrumen derivatif (interest rate swap/futures) untuk lindung nilai pada eksposur signifikan |
Risiko Nilai Tukar | Transfer (Alihkan) | Menggunakan instrumen lindung nilai (hedging) seperti forward contract dan currency swap pada eksposur aset/liabilitas berdenominasi valuta asing, serta membatasi proporsi aset luar negeri sesuai limit yang ditetapkan |
Risiko Harga Ekuitas/Komoditas | Mitigate (Kurangi) | Memperluas diversifikasi sektor dan kelas aset (saham, obligasi, reksa dana, emas), menetapkan batas konsentrasi maksimum per sektor, dan menerapkan strategi stop-loss yang disiplin |
Risiko Likuiditas Pasar | Avoid (Hindari) | Memprioritaskan instrumen dengan volume perdagangan tinggi dan kapitalisasi besar (blue chip), serta menetapkan porsi minimum aset likuid dalam portofolio untuk kebutuhan dana mendadak |
Risiko Inflasi | Accept (Terima) dengan pemantauan | Memantau indikator inflasi secara berkala dan mengalokasikan sebagian dana pada aset yang secara historis menjadi lindung nilai inflasi, seperti saham sektor konsumer dan emas |
Tabel 2. Strategi Mitigasi Risiko Pasar
Secara umum, terdapat empat strategi respon risiko yang diterapkan, yaitu avoid (menghindari eksposur pada instrumen berisiko likuiditas rendah), mitigate (mengurangi dampak melalui diversifikasi dan pembatasan konsentrasi), transfer (mengalihkan risiko melalui instrumen hedging seperti forward dan swap), dan accept (menerima risiko dengan tetap melakukan pemantauan berkelanjutan, khususnya untuk risiko inflasi yang sulit dihindari sepenuhnya).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil identifikasi, pengukuran, dan evaluasi risiko pasar dalam aktivitas investasi, dapat disimpulkan bahwa terdapat lima risiko pasar utama yang relevan. Risiko suku bunga berada pada level Extreme dan risiko nilai tukar berada pada level High, yang keduanya merupakan risiko yang paling signifikan dan membutuhkan perhatian segera. Kondisi ini menunjukkan bahwa portofolio investasi yang dianalisis masih memiliki tingkat ketahanan (resilience) yang belum ideal terhadap gejolak suku bunga dan nilai tukar. Portofolio ini rentan mengalami penurunan nilai yang signifikan jika kedua kondisi tersebut terus berlanjut.
Ketergantungan pada aset dengan eksposur valuta asing yang besar dan tingginya eksposur terhadap instrumen berbasis bunga tetap tanpa strategi lindung nilai adalah temuan paling penting yang harus ditangani segera. Akibatnya, agar tingkat risiko pasar dapat diturunkan ke level yang dapat diterima dan tujuan investasi jangka panjang dapat tercapai secara optimal, langkah-langkah penting yang perlu dilakukan termasuk menerapkan strategi diversifikasi portofolio, menggunakan instrumen hedging suku bunga dan nilai tukar, dan memantau indikator makroekonomi secara konsisten.
DAFTAR PUSTAKA
Bank Indonesia. (2021). Kajian Stabilitas Keuangan No. 36. Jakarta: Bank Indonesia.
Bodie, Z., Kane, A., & Marcus, A. J. (2021). Investments (12th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
COSO. (2017). Enterprise Risk Management: Integrating with Strategy and Performance. Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission.
Fahmi, I. (2018). Manajemen Risiko: Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung: Alfabeta.
Hanafi, M. M. (2016). Manajemen Risiko (Edisi 3). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018 Risk Management – Guidelines. Geneva: ISO.
Jorion, P. (2007). Value at Risk: The New Benchmark for Managing Financial Risk (3rd ed.). New York: McGraw-Hill.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Jakarta: OJK.
Tandelilin, E. (2017). Pasar Modal: Manajemen Portofolio dan Investasi. Yogyakarta: Kanisius.
Wijaya, A., & Lestari, S. (2023). Analisis Risiko Pasar pada Portofolio Investasi Saham di Tengah Volatilitas Suku Bunga Global. Jurnal Manajemen dan Keuangan, 12(2), 145-160.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 34 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)








































