Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan indikator utama keberhasilan pembangunan suatu negara. Namun, tingginya angka pertumbuhan ekonomi tidak selalu mencerminkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dalam kenyataannya, masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh pekerjaan formal yang layak meskipun perekonomian terus mengalami pertumbuhan.
Saat ini, banyak lapangan kerja baru justru tercipta di sektor informal, seperti pedagang kaki lima, pekerja lepas, dan pengemudi transportasi daring. Meskipun sektor ini mampu menyerap tenaga kerja, sebagian besar pekerjanya belum memperoleh jaminan sosial, kepastian pendapatan, maupun perlindungan ketenagakerjaan yang memadai. Akibatnya, mereka tetap berada dalam kondisi ekonomi yang rentan.
Mengapa Mencari Kerja Semakin Sulit?
Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut. Pertama, tingginya persaingan karena jumlah pencari kerja lebih banyak daripada jumlah lowongan yang tersedia. Kedua, adanya ketidaksesuaian keterampilan, yaitu kemampuan yang dimiliki para pencari kerja sering kali belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Tantangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun, sementara penciptaan lapangan kerja formal belum mampu mengimbanginya. Akibatnya, banyak lulusan baru maupun pekerja berpengalaman harus bersaing memperebutkan jumlah lowongan yang terbatas.
Di sisi lain, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga mendorong perusahaan meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan terhadap tenaga kerja di beberapa sektor menjadi berkurang sehingga kesempatan memperoleh pekerjaan formal semakin terbatas. Meskipun kesempatan kerja terus bertambah, peningkatannya belum mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun. Akibatnya, persaingan untuk memperoleh pekerjaan formal menjadi semakin ketat.
Pemerintah perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif, yaitu mampu menciptakan kesempatan kerja yang berkualitas. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong investasi yang padat karya. Selain itu, perlindungan bagi pekerja sektor informal juga perlu diperkuat agar mereka memperoleh hak-hak dasar sebagai pekerja.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting adalah sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja formal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi ketimpangan. Pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti dengan perluasan kesempatan kerja berisiko hanya menjadi angka statistik yang manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya berfokus pada peningkatan angka, tetapi juga pada kualitas pembangunan yang mampu membuka kesempatan kerja yang lebih luas dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Keberhasilan pembangunan akan lebih bermakna apabila setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan kehidupan yang lebih baik.
Oleh: Nisa Ayu Agustina
Program Studi: Ilmu Pemerintahan
Dosen Pengampu: Thea Umbarasari, S.Pd., M.Pd.
Universitas Pamulang Kampus Serang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 34 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)




































