Jarum jam baru menunjukkan pukul 06.30 WIB ketika Andi Pratama melangkah keluar dari rumah sederhananya. Di punggungnya tergantung tas berisi buku kuliah, sementara di dalamnya terselip rapi seragam kerja yang akan dikenakannya beberapa jam kemudian.
Bagi mahasiswa semester enam itu, hari-hari tidak hanya diisi dengan perkuliahan dan tugas akademik. Setelah menyelesaikan kegiatan di kampus, ia harus bergegas menuju sebuah kedai kopi tempatnya bekerja paruh waktu hingga malam hari.
Rutinitas tersebut telah dijalaninya selama hampir dua tahun. Bukan karena keinginan mencari pengalaman semata, melainkan karena kebutuhan ekonomi yang mengharuskannya membantu membiayai pendidikan.
“Saya ingin tetap kuliah tanpa terlalu membebani orang tua,” ujarnya.
Ayah Andi bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya berjualan makanan ringan di depan rumah. Kondisi ekonomi keluarga membuat Andi memahami bahwa pendidikan yang sedang ditempuhnya merupakan hasil dari kerja keras seluruh anggota keluarga.
Karena itu, ia memilih untuk ikut berjuang.
Pagi hingga siang dihabiskan di ruang kuliah. Ketika mahasiswa lain pulang untuk beristirahat, Andi justru berangkat menuju tempat kerja. Ia melayani pelanggan, membersihkan meja, dan membantu berbagai pekerjaan hingga larut malam.
Sering kali ia baru tiba di rumah ketika sebagian besar warga telah terlelap. Namun perjuangannya belum selesai. Tugas kuliah yang menumpuk masih harus diselesaikan sebelum hari berganti.
Kondisi tersebut tentu tidak mudah. Kurangnya waktu istirahat sering membuat tubuhnya kelelahan. Tidak jarang ia harus menahan kantuk saat mengerjakan tugas atau menghadiri perkuliahan keesokan harinya.
Meski demikian, Andi berusaha bertahan.
Baginya, pendidikan adalah jalan yang dapat mengubah kehidupan keluarganya di masa depan. Ia percaya bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan hari ini akan memberikan hasil yang berarti suatu saat nanti.
“Terkadang memang terasa berat. Apalagi ketika banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan sementara pekerjaan juga tidak bisa ditinggalkan. Tapi saya selalu mengingat tujuan awal saya kuliah,” katanya.
Perjuangan mahasiswa yang harus bekerja sambil menempuh pendidikan sebenarnya bukanlah fenomena yang langka. Di berbagai perguruan tinggi, banyak mahasiswa menghadapi kenyataan serupa. Mereka harus membagi waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjalankan dua tanggung jawab sekaligus.
Tuntutan ekonomi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong mereka memasuki dunia kerja lebih awal. Di sisi lain, mereka tetap dituntut mempertahankan prestasi akademik agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Tidak sedikit mahasiswa yang harus berjuang lebih keras hanya untuk mempertahankan hak mereka memperoleh pendidikan.
Namun di balik berbagai keterbatasan itu, terdapat semangat yang luar biasa.
Mahasiswa seperti Andi membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Mereka terus melangkah meski harus menghadapi berbagai kesulitan yang mungkin tidak terlihat oleh banyak orang.
Menjelang tengah malam, lampu di kamar Andi masih menyala. Di atas meja kecil, beberapa buku kuliah terbuka di samping laptop yang digunakan untuk menyelesaikan tugas.
Esok pagi, rutinitas yang sama akan kembali dimulai.
Meski lelah, ia tetap memilih bertahan.
Sebab di balik seragam kerja yang dikenakannya setiap sore, tersimpan mimpi besar yang sedang diperjuangkan: menyelesaikan pendidikan, membanggakan orang tua, dan mengubah masa depan menjadi lebih baik.
Bagi Andi, setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju cita-cita yang selama ini ia jaga
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































