Pematangsiantar – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi kembali menggelar Masa Bimbingan (MABIM) bagi calon anggota muda. Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Aula SMP Cinta Rakyat III Pematangsiantar itu diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pematangsiantar.
Mengangkat tema “Meneguhkan Identitas Kader sebagai Pelayan Gereja dan Pejuang Kemanusiaan,” MABIM menjadi tahapan awal pembinaan untuk membentuk kader yang memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kepedulian terhadap persoalan Gereja maupun kemanusiaan.
Hari pertama MABIM diisi dengan materi “Who You Are” yang disampaikan oleh Dr. dr. Reinhard John Devison Hutahaean, Sp.F., S.H., M.M., M.H., M.B.A., Ketua IDI Siantar-Simalungun. Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk memulai perjalanan kepemimpinan dengan mengenali diri sendiri.
“Orang yang mengenal dirinya akan lebih mudah menentukan arah hidupnya. Kesuksesan bukan dimulai dari mengenal orang lain, tetapi dari mengenal diri sendiri,” ujar dr. Reinhard, yang pernah menjadi Anggota PMKRI ini.
Ia juga mengutip pesan dari Oscar Wilde, “Be yourself; everyone else is already taken,” sebagai pengingat bahwa setiap individu memiliki keunikan dan potensi yang perlu dikembangkan.
Menurut dr. Reinhard, terdapat lima komponen utama dalam proses mengenal diri, yakni strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), values (nilai hidup), passion (minat), dan goals (tujuan). Kelima aspek tersebut dinilai menjadi fondasi bagi seseorang dalam menentukan arah hidup, mengambil keputusan, serta membangun karakter sebagai pemimpin.
Materi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam refleksi diri mengenai potensi, nilai-nilai yang diyakini, serta cita-cita yang ingin diwujudkan. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi dan tanya jawab yang berlangsung sepanjang sesi.
Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar Fransisco Hutauruk, mengatakan kegiatan ini merupakan pintu masuk bagi calon anggota untuk memahami jati diri PMKRI sekaligus mempersiapkan diri menjadi kader yang berintegritas, kritis, dan memiliki semangat pengabdian.
Selama pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat wawasan keorganisasian, kepemimpinan, spiritualitas, serta komitmen sebagai kader PMKRI yang siap menjadi pelayan Gereja dan pejuang kemanusiaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































