Yogyakarta – Kawasan Kampung Sayidan di bantaran Sungai Code kini memiliki ruang budaya baru. Yayasan Ulating Blencong Yogyakarta meresmikan Balai Kaswargan melalui prosesi Syukuran Wiwitan di kawasan Kastil Gotik Sayidan, Rabu (22/7), sebagai langkah memperkuat pelestarian seni, budaya, sekaligus mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Balai Kaswargan merupakan inisiatif keluarga Haryono, pendiri Museum Ullen Sentalu, yang ingin menghadirkan ruang kolaborasi antara masyarakat, pegiat budaya, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan potensi Kampung Sayidan.

Ketua Yayasan Ulating Blencong Yogyakarta, KPH Samuel Johny Haryono Wedyadiningrat, mengatakan kehadiran Balai Kaswargan tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan wadah yang diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas seni dan budaya di tengah masyarakat.
“Kami berharap Balai Kaswargan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan yayasan, warga, dan berbagai pihak untuk bersama-sama memajukan seni, budaya, serta pariwisata Kampung Sayidan,” ujar Samuel saat peresmian.
Menurutnya, pembangunan Balai Kaswargan merupakan bentuk pengabdian keluarga Haryono kepada kampung asal mereka. Semangat yang selama ini dibangun melalui Museum Ullen Sentalu kini diperluas agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan Sayidan.
Samuel menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui museum, tetapi juga harus hidup di tengah masyarakat melalui berbagai aktivitas yang melibatkan warga secara aktif.
Panggung Perdana Serimpi Sayidan
Peresmian Balai Kaswargan turut diwarnai penampilan perdana Tari Serimpi Sayidan, sebuah karya yang menjadi bagian dari pengembangan seni tari yang telah dirintis Museum Ullen Sentalu selama lebih dari dua dekade.
Samuel menjelaskan, gagasan pengembangan tari Bedhaya Ullen Sentalu mulai dirancang sejak 2001 bersama sejumlah kerabat keraton. Koreografinya disusun bersama GRAy Koes Soewijah, putri Susuhunan Pakubuwana XII, dengan dukungan akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan komposer Wahyu Santoso Prabowo.

Rangkaian peresmian kemudian dilanjutkan dengan pagelaran Bedhaya Ullen Sentalu di Pelataran Tawang Turgo Museum Ullen Sentalu, Kaliurang, pada Kamis (23/7). Agenda tersebut menjadi simbol keterhubungan antara Museum Ullen Sentalu dengan Balai Kaswargan dalam upaya menjaga keberlangsungan budaya Jawa.
Diharapkan Menjadi Destinasi Budaya Baru
Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Candra Putra, menyambut positif kehadiran Balai Kaswargan. Menurutnya, ruang budaya baru ini dapat memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia menilai kolaborasi antara yayasan dan warga menjadi modal penting agar Balai Kaswargan berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan edukasi, pertunjukan seni, hingga pelestarian nilai-nilai lokal.
“Kami berharap keberadaan Balai Kaswargan semakin memperkuat sektor pariwisata Kota Yogyakarta dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kampung Sayidan,” ujarnya.
Ke depan, Balai Kaswargan direncanakan menjadi pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan seni, pertunjukan budaya, diskusi, hingga pemberdayaan masyarakat. Dengan konsep kolaboratif tersebut, kawasan Sayidan diharapkan berkembang sebagai salah satu simpul budaya baru di Kota Yogyakarta yang melibatkan warga sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.(Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































