Punden Mbah Sulastri merupakan sebuah makam yang terletak bersebelahan dengan masjid Misbahus Shudur yang berada di Jl. Imam Bonjol 1/2 RT/RW 02/02 Kelurahan Sisir, kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Makam ini sudah mengalami perubahan bentuk dan renovasi sehingga bentuk awal ditemukan nya berbeda dengan yang sekarang, Punden ini berada di tengah kota Batu. Punden Mbah Sulastri memiliki Sejarah yang cukup unik, dimana makam ini sejak dulu dimakamkan disebuah tanah kosong yang ternyata milik Mbah Sulastri itu sendiri, sehingga banyak masyarakat yang datang untuk berziarah dan berkunjung ke makam Mbah Sulastri, Menurut Juru Pelihara nya yaitu Pak Budi, dikatakan makam ini merupakan salah satu dari 4 bersaudara angkat. Mbah Sulastri merupakan anak terakhir yang dimana saudara lainnya adalah Mbah Batu, Mbah Banter, dan Mbah Jambirono yang dimana mereka berempat merupakan bekatik (pengasuh kuda) pangeran Diponegoro yang melakukan pelarian dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Punden yang terletak di Kelurahan Sisir ini masih terawat dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat disekitarnya. Selain itu, sebagai tempat ziarah umum, situs ini juga menjadi lokasi pelaksanaan tradisi Bersih Desa, dan Napak tilas yang rutin diselenggarakan oleh warga bersama pemerintahan setempat. Tradisi tersebut menjadi bukti bahwa sejarah lokal masih hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kami Mahasiswa Universitas Negeri Malang melaksanakan program Belajar Bersama Masyarakat Tematik yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Batu untuk menelusuri jejak Punden-punden yang ada di sekitar Kelurahan Sisir, salah satu objek penelitian kami adalah Punden Mbah Sulastri, dimana kami menargetkan untuk mencari jejak Sejarah nya dengan penggunaan metode Kualitatif dan Oral History.

Keberadaan Punden Mbah Sulastri memiliki hubungan yang erat dengan punden yang lain yaitu Punden Mbah Banter, Punden Mbah Jambirono, dan Punden Mbah Batu. Menurut Pak Budhy Santoso, selaku juru pelihara Punden Mbah Sulastri yang mengatakan bahwa mereka berempat merupakan Saudara Angkat. Keberadaan Punden Mbah Sulastri bukan hanya menyimpan kisah masa lalu, tetapi juga menjadi sebuah media pembelajaran dan pengetahuan mengenai sejarah dan pelestarian budaya. Dengan pengelolaan yang baik, punden ini bisa menjadi destinasi edukasi sejarah lokal Kota Batu yang tetap menjaga nilai sakral dan tradisi yang telah ada selama bertahun-tahun.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































