TASIKMALAYA – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Pagerageung resmi melantik 21 anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Pagerageung Pengganti Antar Waktu (PAW) masa bakti 2025–2028.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Sekretariat Bersama PGRI Pagerageung, Sabtu, 8 Agustus 2026, tersebut menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus memperkuat keberlangsungan program pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di wilayah Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.
Dari 21 anggota yang dilantik, Hade Akbar Jatnika dipercaya sebagai Ketua DKR Pagerageung, sedangkan Nabila Zakiah Maheswari menjabat Wakil Ketua.
Keduanya diharapkan mampu mengisi posisi strategis dalam kepengurusan sekaligus menjadi motor penggerak organisasi bersama jajaran DKR lainnya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan naskah pelantikan oleh Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Pagerageung, dilanjutkan dengan pengucapan ulang janji Tri Satya serta penyematan tanda jabatan secara simbolis kepada anggota DKR yang dilantik.

Dalam amanatnya, Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Pagerageung, Ade Dedi, berpesan agar DKR tidak sekadar menjadi pelaksana kegiatan, tetapi mampu tampil sebagai teladan, penggerak, sekaligus perekat persaudaraan di kalangan Pramuka Penegak dan Pandega.
“Jangan hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi jadilah penggerak organisasi yang mampu melahirkan gagasan, menyelesaikan persoalan, dan menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota Pramuka dan masyarakat,” kata Ade Dedi.
Menurut dia, sedikitnya terdapat tiga karakter yang harus dimiliki anggota DKR, yakni integritas, soliditas, serta kreativitas dan kemampuan beradaptasi.
Pertama, kata Ade, anggota DKR harus memiliki integritas dengan senantiasa memegang teguh Satya dan Darma Pramuka. Dalam menjalankan tugas organisasi, kepentingan pribadi maupun kelompok tidak boleh mengalahkan kepentingan bersama.
“Utamakan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan. Jadikan nilai-nilai kepramukaan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Kedua, DKR dituntut memiliki soliditas dan kemampuan bekerja sama. Menurut Ade, DKR bukan tempat untuk berjalan sendiri-sendiri.
Komunikasi dan koordinasi harus dibangun dengan baik, baik antaranggota DKR maupun dengan Gugus Depan, Dewan Ambalan, Dewan Racana, pembina, serta Kwarran.
“Perbedaan pendapat adalah hal biasa dalam organisasi. Namun, jangan sampai perbedaan itu memutus persaudaraan. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk menghasilkan keputusan dan program yang lebih baik,” katanya.
Sementara karakter ketiga adalah kreatif dan adaptif. Ade menilai, perkembangan zaman menuntut Gerakan Pramuka untuk terus berinovasi agar kegiatan kepramukaan tetap relevan dengan kehidupan generasi muda.
“Manfaatkan teknologi, media digital, dan kreativitas anak muda untuk membuat kegiatan kepramukaan semakin menarik, relevan, edukatif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kepramukaan,” tutur Ade.
Ia juga mengingatkan agar DKR menjadikan organisasi sebagai laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda.
“Di sinilah tempat belajar memimpin, belajar mendengar, belajar mengambil keputusan, belajar bertanggung jawab, dan belajar mengutamakan kepentingan bersama,” ujarnya.
Ade Dedi juga menitipkan pesan agar anggota DKR tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan utama dalam berorganisasi.
“Jangan mengejar jabatan, tetapi kejarlah kebermanfaatan. Jangan bertanya, ‘Apa yang bisa saya dapat dari Pramuka?’ tetapi biasakan bertanya, ‘Apa yang bisa saya berikan untuk Pramuka?’,” katanya.
Sementara itu, Andalan Urusan Bina muda Kwarran Pagerageung, Erna Ratnasari, mengatakan, anggota Penegak dan Pandega yang tergabung dalam DKR Pagerageung berasal dari sejumlah pangkalan.
Mereka berasal dari SMK Plus YSB, SMA Serba Bakti, MAS Serba Bakti, serta Racana Latifah Mubarokiyah.
Menurut Erna, pelantikan DKR PAW memiliki arti penting karena masa bakti kepengurusan DKR Pagerageung masih berlangsung hingga 2028.
“Pelantikan PAW ini penting untuk melengkapi kembali struktur kepengurusan DKR Pagerageung. Dengan formasi yang lebih lengkap, kami berharap organisasi semakin solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan,” kata Erna.
Ia berharap kepengurusan DKR yang baru dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega di wilayah Kwarran Pagerageung.
“Harapannya, DKR mampu menghadirkan program yang kreatif, inovatif, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan generasi muda,” ujarnya.
Dengan dilantiknya 21 anggota PAW tersebut, DKR Pagerageung kini kembali memiliki formasi kepengurusan yang lebih lengkap untuk menjalankan roda organisasi hingga akhir masa bakti 2028.
Kepengurusan baru diharapkan segera beradaptasi, memperkuat sinergi dengan seluruh unsur Gerakan Pramuka, serta melahirkan program-program yang tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga berdampak terhadap pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda di Kecamatan Pagerageung.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































