Mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Elektro yang tengah melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) mendokumentasikan sebuah inovasi budaya sekolah yang inspiratif di SMK N 3 Wonosari. Program bertajuk “Jum’at Gratis Plastik” atau hari bebas plastik ini secara resmi dimulai pada tanggal 31 Juli 2026 yang berlokasi di Lapangan Utama SMK N 3 Wonosari. Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap hari Jum’at ini menyasar seluruh warga sekolah, terutama para peserta didik, untuk secara aktif menumbuhkan karakter ramah lingkungan. Langkah nyata ini sejalan dengan komitmen SMK N 3 Wonosari sebagai sekolah yang konsisten menerapkan nilai Adiwiyata. Budaya sekolah ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Tujuan utama dari pelaksanaan program ini adalah untuk menekan secara drastis volume limbah plastik yang dihasilkan dari aktivitas harian di lingkungan sekolah. Proses pelaksanaannya diawali dengan serangkaian agenda peluncuran yang meriah, di antaranya Deklarasi Esaga Plastic Free Day, dilanjutkan dengan kegiatan Jalan Sehat, dan implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Secara teknis pada penerapannya di setiap hari Jum’at, pihak kantin maupun sekolah tidak menyediakan tempat makan atau minum berbahan plastik sekali pakai. Sebaliknya, seluruh murid dan pendidik diminta untuk membawa tempat makan serta botol minum sendiri yang dapat dipakai berulang kali. Program ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, pendidik, pengelola kantin, hingga para siswa.
Hasil dari penerapan budaya “Jum’at Bebas Plastik” dan kampanye 5R ini sangat positif serta memberikan dampak yang signifikan terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Secara bertahap, kesadaran siswa untuk membatasi konsumsi plastik sekali pakai semakin terbangun, yang pada akhirnya membawa manfaat berupa terciptanya lingkungan belajar yang jauh lebih bersih, sehat, dan nyaman. Kontribusi dari kegiatan ini sangat mendukung target SDGs ke-12, karena sekolah telah menyebarkan langkah nyata dalam pengurangan produksi limbah secara substansial melalui tindakan preventif, pengurangan, dan penggunaan kembali barang.
Ke depannya, diharapkan budaya baik ini tidak hanya berhenti di hari Jum’at saja, tetapi dapat memperluas penerapannya pada hari-hari belajar lainnya secara bertahap. Tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah memberikan apresiasi bagi kelas yang paling konsisten dan tertib menerapkan gaya hidup tanpa plastik serta menjaga nilai-nilai 5R. Harapannya, pembiasaan baik ini akan terbawa oleh para siswa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga mampu menciptakan generasi masa depan yang lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.
Muhammad Fathul Huda
NIM. 23050330024
@muhammadfathul.2023@student.uny.ac.id
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































