Masyarakat sering kali bingung melihat perubahan harga bahan pokok di pasar. Mengapa harga suatu komoditas meningkat tajam, sementara komoditas lain justru turun atau relatif stabil? Perubahan harga pangan ini berkaitan erat dengan sensitivitas atau elastisitas produk terhadap pergerakan harga di pasar.
Laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 08.30 WIB, menunjukkan variasi perubahan harga pada berbagai kebutuhan pokok.
1. Komoditas Yang Sangat Sensitif: Lonjakan Harga Cabai
Kelompok cabai mencatat kenaikan harga paling tajam:
• Cabai rawit hijau: naik 74,04% atau Rp51.050, menjadi Rp120.000/kg.
• Cabai merah besar: meningkat 58,20% atau Rp34.950, menjadi Rp95.000/kg.
• Cabai rawit merah: naik 55,23% atau Rp55.150, hingga mencapai Rp155.000/kg.
• Cabai merah keriting: meningkat 26,23% atau Rp18.700, menjadi Rp90.000/kg.
Fluktuasi harga cabai yang besar menunjukkan betapa sensitifnya pasokan dan harga produk segar terhadap perubahan penawaran serta permintaan pasar.
2. Kebutuhan Pokok Utama: Harga Beras Naik Serentak
Berbeda dengan harga cabai, semua jenis beras mengalami kenaikan secara bersamaan, tetapi dengan besaran yang berbeda:
• Beras kualitas bawah I: naik 20,81% atau Rp3.100, menjadi Rp18.000/kg.
• Beras kualitas bawah II: meningkat 22,45% atau Rp3.300, menjadi Rp14.700/kg.
• Beras kualitas medium I dan II: masing-masing naik 8,43% atau Rp1.400, serta 9,76% atau Rp1.600. Harganya menjadi Rp18.000/kg dan Rp16.000/kg..
• Beras kualitas super I dan II: masing-masing meningkat 5,85% atau Rp1.050, dan 9,51% atau Rp1.650. Harganya menjadi Rp19.000/kg.
Sebagai bahan pangan utama, perubahan harga mencerminkan penyesuaian pada produk yang rutin dikonsumsi masyarakat.
3. Komoditi Lain yang Harganya Meningkat
Sejumlah bahan pangan lain juga mengalami kenaikan harga:
• Daging sapi kualitas 1: naik 11,48% atau Rp17.500, menjadi Rp170.000/kg..
• Telur ayam ras segar: meningkat 8,51% atau Rp2.550, menjadi Rp32.500/kg.
• Gula pasir lokal: naik 4,44% atau Rp850, menjadi Rp20.000/kg.
• Bawang merah ukuran sedang: bertambah 0,54% atau Rp200, menjadi Rp37.500/kg.
4. Komoditas Yang Mengalami Penurunan Harga
Namun, tidak semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Beberapa komoditas bahkan mencatat penurunan harga:
• Minyak goreng curah: turun paling besar, yaitu 16,67% atau Rp3.400, menjadi Rp17.000/kg.
• Daging sapi kualitas 2: turun 16,11% atau Rp23.000, menjadi Rp120.000/kg.
• Daging ayam ras segar: menurun 8,55% atau Rp3.600, menjadi Rp38.500/kg.
• Bawang putih ukuran sedang: turun 5,13% atau Rp2.000, menjadi Rp37.000/kg.
• Minyak goreng kemasan bermerek 2: berkurang 5,52% atau Rp1.300, menjadi Rp22.250/kg.
• Gula pasir kualitas premium: turun 1,72% atau Rp350, menjadi Rp20.000/kg.
• Minyak goreng kemasan merek 1: menurun 1,44% atau Rp350, menjadi Rp24.000/kg.
Perubahan harga pangan mencerminkan kondisi di lapangan, ketika pasokan, konsumsi, dan daya beli masyarakat saling mempengaruhi dalam membentuk harga. Memahami tingkat sensitivitas suatu komoditas terhadap perubahan harga dapat membantu konsumen dan pelaku usaha mengantisipasi pergerakan harga berikutnya.
Penulis
1. Alisa Berliana
2. Anita Desiyani
3. Siska Nur Afifah
Universitas Pamulang program studi s1 manajemen
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































