Siaran Berita — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja berupa Workshop Pembuatan Briket dari Limbah Tempurung Kelapa di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Workshop ini merupakan bagian dari program KKN Tematik Perubahan Iklim yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi mengenai manfaat briket, proses pembuatan, hingga praktik langsung pembuatan briket menggunakan tempurung kelapa yang banyak dijumpai di Desa Bonto Jai. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan limbah kelapa menjadi produk yang bernilai guna sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
“Desa Bonto Jai memiliki potensi limbah tempurung kelapa yang cukup melimpah. Melalui workshop ini, kami berharap masyarakat dapat mengolah limbah tersebut menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Koordinator Program Kerja Workshop Pembuatan Briket.
Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan perangkat desa, kelompok masyarakat, serta pemuda setempat. Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pengarangan, penghalusan arang, pencampuran perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi praktik dan diskusi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang cara memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi produk yang berguna. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dan bahkan menjadi peluang usaha bagi warga,” ujar Kepala Desa Bonto Jai.
Melalui workshop ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Jai semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, mengurangi limbah, serta menciptakan alternatif energi yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































