Jakarta – Tiga hari penyelenggaraan Malaysia Gold Festival (MGF) 2026 menghadirkan pengalaman yang mempertemukan masyarakat, pelaku industri, investor, pedagang, hingga penggiat perhiasan dalam satu panggung besar industri emas Malaysia.
Berlangsung pada 18–20 September 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), MGF 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk emas dan perhiasan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, networking, transaksi, serta pembahasan mengenai perkembangan ekosistem logam mulia di Malaysia.
Salah satu daya tarik yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran koleksi emas berukuran dan bernilai fantastis. Pengunjung dapat melihat Durian Emas seberat 766,99 gram dengan nilai hampir RM500.000 hingga emas batangan seberat 31 kilogram yang nilainya mencapai lebih dari RM19 juta.
Angka tersebut membuat MGF 2026 tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga memberikan gambaran langsung mengenai besarnya skala industri emas dan perhiasan.
Louis Ng: MGF Bukan Sekadar Pameran
Presiden Malaysia Gold Association (MGA), Dato’ Seri Louis Ng, sebelumnya menegaskan bahwa MGF 2026 dirancang dengan cakupan yang lebih luas daripada sekadar pameran produk.
Dalam konferensi pers menjelang penyelenggaraan MGF 2026, Louis Ng mengatakan:
“The festival is more than an exhibition.”
Menurutnya, MGF merupakan bagian dari upaya untuk mendorong masyarakat Malaysia mendukung industri emas dalam negeri sekaligus memperkenalkan kemampuan industri Malaysia kepada pasar internasional.
Louis Ng juga menyampaikan visi agar MGF dapat berkembang menjadi agenda emas dan perhiasan tahunan berskala regional.
“Our vision is to establish MGF as a premier annual gold and jewellery event in Southeast Asia.”
Ia juga menyebutkan ambisi untuk memperkuat posisi Malaysia sebagai pusat perdagangan emas dan industri perhiasan di kawasan.
Target Transaksi Capai RM100 Juta
Besarnya skala MGF 2026 juga terlihat dari target transaksi yang ditetapkan penyelenggara.
Malaysia Gold Association menargetkan turnover hingga RM100 juta selama tiga hari festival. Target tersebut berasal dari kombinasi transaksi business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C).
Pada saat konferensi pers, Louis Ng menjelaskan bahwa transaksi B2B memiliki skala yang besar, sementara B2C berlangsung dalam transaksi yang lebih individual.
MGA juga menargetkan sekitar 70 peserta pameran lokal dan internasional dari berbagai sektor dalam rantai nilai emas dan perhiasan.
Buyback Emas dan Perak Jadi Bagian dari Pengalaman Pengunjung
Selain pameran, salah satu aktivitas yang mendapat perhatian pengunjung adalah transaksi buyback emas dan perak.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membawa logam mulia yang dimiliki dan mendapatkan informasi mengenai proses serta nilai transaksi berdasarkan kondisi dan jenis logam yang dimiliki.
Kehadiran aktivitas transaksi secara langsung juga membuat MGF memiliki karakter berbeda dari pameran yang hanya berorientasi pada display produk.
Pengunjung dapat datang untuk melihat, belajar, bertanya, bertransaksi, sekaligus berinteraksi langsung dengan pelaku industri.
Emas 31 Kilogram Jadi Salah Satu Magnet Pengunjung
Di tengah berbagai koleksi yang ditampilkan, emas batangan berukuran 31 kilogram menjadi salah satu objek yang paling menarik perhatian.
Dengan nilai yang disebut mencapai lebih dari RM19 juta, keberadaan emas tersebut memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi pengunjung yang selama ini mungkin hanya mengenal emas dalam ukuran gram hingga kilogram.
Selain emas 31 kilogram, terdapat pula Durian Emas seberat 766,99 gram dengan nilai hampir RM500.000.
Kedua koleksi tersebut memperlihatkan bagaimana emas tidak hanya memiliki fungsi sebagai komoditas perdagangan, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk karya, koleksi, dan simbol budaya.
MGF dan Masa Depan Industri Emas Malaysia
Sejak awal, MGA menempatkan MGF sebagai platform untuk memperkuat ekosistem emas dan logam mulia Malaysia.
Dalam situs resminya, MGA menjelaskan bahwa festival ini memiliki sejumlah tujuan, termasuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai emas dan logam mulia, memperkuat kolaborasi sepanjang rantai industri, meningkatkan daya saing industri, membuka peluang bisnis, serta memperkenalkan inovasi dan teknologi.
Festival tersebut juga diarahkan untuk mendukung positioning Malaysia sebagai salah satu hub regional bagi industri emas dan logam mulia di kawasan ASEAN dan pasar internasional.
Bagi industri, arah tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai emas kini semakin luas. Tidak hanya mengenai harga emas, tetapi juga mencakup perdagangan, pemurnian, teknologi, manufaktur, sertifikasi, logistik, penyimpanan, pembiayaan, dan pengembangan pasar regional.
Setelah MGF 2026, Industri Jewellery Berlanjut ke Surabaya
Berakhirnya Malaysia Gold Festival 2026 bukan berarti agenda industri emas dan perhiasan berhenti.
Di Indonesia, para pelaku industri dan pencinta jewellery juga dapat menantikan agenda berikutnya yang akan berlangsung di Surabaya pada Oktober 2026.
Coming Soon: 29th Surabaya International Jewellery Fair 2026

29th Surabaya International Jewellery Fair 2026 akan hadir pada:
15–18 Oktober 2026
Grand Ballroom, Shangri-La Hotel Surabaya
Setelah perhatian industri emas tertuju ke Kuala Lumpur melalui MGF 2026, Surabaya akan menjadi salah satu titik pertemuan berikutnya bagi industri jewellery.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya pecinta emas, perhiasan, kolektor, maupun pelaku bisnis jewellery, event ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat perkembangan industri perhiasan dan berbagai koleksi yang akan ditampilkan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































