JAKARTA – Poltekkes Kemenkes Jakarta II menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, motivasi, dan kepercayaan diri teknisi gigi pemula dalam memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri. Program ini menyasar anggota Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Teknisi Gigi Indonesia (DPW PTGI) DKI Jakarta sebagai upaya mendorong lahirnya wirausahawan baru di bidang teknik gigi.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara kompetensi teknis yang dimiliki lulusan Diploma III Teknik Gigi dengan kesiapan mental untuk memasuki dunia kerja. Meski telah dibekali keterampilan pembuatan gigi tiruan, manajemen laboratorium, hingga dasar-dasar kewirausahaan, banyak teknisi gigi pemula masih merasa ragu untuk memulai usaha sendiri akibat minimnya pengalaman dan kekhawatiran terhadap risiko kegagalan.
Selain itu, sebagian besar lulusan masih memiliki pola pikir sebagai pencari kerja (job seeker) dibandingkan pencipta lapangan kerja (job creator). Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya pemahaman mengenai manajemen usaha, penyusunan perencanaan bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memasarkan jasa laboratorium teknik gigi.
Melalui program pengabdian ini, Poltekkes Kemenkes Jakarta II berupaya memberikan pembinaan yang terintegrasi antara penguatan kompetensi kewirausahaan, kemampuan manajerial, serta kesiapan mental agar teknisi gigi pemula memiliki keberanian untuk membuka usaha laboratorium teknik gigi secara mandiri. Program tersebut juga diharapkan mendukung target lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 27 Juni 2026 di Auditorium Jurusan Teknik Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Mengusung tema “Upaya Peningkatan Pengetahuan, Motivasi, dan Kepercayaan Diri Teknisi Gigi Pemula di Wilayah DPW PTGI DKI Jakarta,” kegiatan ini diikuti oleh 30 teknisi gigi pemula yang tergabung dalam DPW PTGI DKI Jakarta.
Selain menghadirkan dosen sebagai narasumber dan fasilitator, kegiatan juga melibatkan mahasiswa Jurusan Teknik Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta II sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar melalui interaksi langsung dengan peserta sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi.
Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan pengetahuan mengenai kewirausahaan laboratorium teknik gigi, peningkatan motivasi, serta pembangunan kepercayaan diri peserta dalam memulai dan mengembangkan usaha secara profesional. Pembahasan juga mencakup pentingnya perencanaan usaha, pengelolaan laboratorium, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi ketika memulai karier sebagai teknisi gigi. Suasana interaktif tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperoleh wawasan baru dari narasumber.
Berdasarkan hasil evaluasi dan wawancara setelah kegiatan, sebagian besar peserta menyatakan memperoleh pemahaman baru mengenai langkah-langkah membangun usaha laboratorium teknik gigi. Mereka juga mengaku lebih termotivasi dan percaya diri untuk memulai usaha secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.
Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa pendirian laboratorium teknik gigi tidak harus diawali dengan fasilitas yang besar dan lengkap. Laboratorium sederhana yang memenuhi persyaratan dasar, didukung perencanaan usaha yang matang, serta mengedepankan mutu pelayanan, keselamatan kerja, dan kepatuhan terhadap regulasi dinilai sudah menjadi langkah awal yang baik dalam membangun usaha profesional.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan DPW PTGI DKI Jakarta sebagai mitra. Organisasi profesi tersebut berperan dalam melakukan sosialisasi kepada anggota, membantu koordinasi peserta, serta memberikan materi mengenai strategi digital marketing di bidang keteknisian gigi, termasuk pemanfaatan media sosial, pembangunan citra profesional, dan penyusunan konten pemasaran yang sesuai dengan etika profesi.
Melalui kolaborasi ini, Poltekkes Kemenkes Jakarta II berharap program pendampingan kewirausahaan dapat terus berlanjut melalui pelatihan lanjutan yang membahas manajemen laboratorium, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan kompetensi teknisi gigi. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak teknisi gigi yang kompeten, mandiri, profesional, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang teknik gigi.
Oleh:
1. Tarsilah, AMTG., M.Kes – Prodi Teknologi Gigi Poltekkes Jakarta II
2. Didik Marsigid, AMTG., M.Kes – Prodi Teknologi Gigi Poltekkes Jakarta II
3. Imas Maesaroh, AMTG., M.Kes – Prodi Teknologi Gigi Poltekkes Jakarta II
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































