PIDIE JAYA – Mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan edukasi dan pembuatan biochar bersama masyarakat Gampong Sambongan Baro sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara lebih produktif dan berkelanjutan. Kegiatan ini berangkat dari potensi besar limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya sekam padi dan sisa bahan pertanian lainnya yang umumnya hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk.
Melalui pendekatan yang partisipatif, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan secara teoritis, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan biochar. Edukasi diawali dengan pemaparan sederhana mengenai apa itu biochar, bagaimana proses pembuatannya, serta manfaat yang dapat diperoleh jika limbah pertanian diolah dengan cara yang tepat. Biochar sendiri merupakan arang hayati yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna bahan organik dalam kondisi minim oksigen, yang memiliki berbagai manfaat untuk perbaikan kualitas tanah.
Kegiatan ini mendapat respon yang cukup positif dari masyarakat. Banyak warga yang sebelumnya belum mengetahui bahwa limbah seperti sekam padi dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi. Selama ini, limbah tersebut lebih sering dianggap sebagai sisa yang tidak memiliki manfaat, bahkan terkadang menjadi sumber pencemaran lingkungan. Melalui edukasi ini, masyarakat mulai memahami bahwa pengelolaan limbah yang tepat justru dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian mereka.
Dalam praktik pembuatan biochar, mahasiswa memperagakan langkah-langkah yang cukup sederhana dan dapat diterapkan dengan peralatan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Proses dimulai dari pengumpulan bahan baku berupa sekam padi dan limbah organik lainnya, kemudian dilanjutkan dengan proses pembakaran terkendali hingga menghasilkan biochar yang siap digunakan. Selama proses berlangsung, masyarakat dilibatkan secara aktif, mulai dari persiapan bahan hingga tahap akhir, sehingga mereka tidak hanya memahami secara teori tetapi juga memiliki pengalaman langsung.

Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan manfaat biochar sebagai bahan pembenah tanah. Penggunaan biochar diyakini dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta membantu mempertahankan kelembaban. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi para petani, terutama dalam menghadapi tantangan penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus. Dengan adanya alternatif seperti biochar, diharapkan masyarakat dapat mulai beralih ke praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan masyarakat terkait berbagai permasalahan yang dihadapi dalam bidang pertanian. Beberapa warga menyampaikan kendala yang selama ini mereka alami, seperti menurunnya hasil panen dan meningkatnya biaya produksi. Mahasiswa kemudian mencoba mengaitkan pemanfaatan biochar sebagai salah satu solusi yang dapat diterapkan secara bertahap, tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran baru di kalangan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang telah dibagikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung saja, tetapi dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pemanfaatan biochar dapat menjadi salah satu langkah nyata menuju pertanian yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Gampong Sambongan Baro.
Oleh: Mahasiswa Universitas Syiah Kuala
1. Aqsa M Nasir
2. Cut Nova Nabila
3. Mawaddah
4. Mhd Soleh Hsb
5. Nur Faradisa
6. Siti Alviza
7. Siti Isma Rani
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































