Yogyakarta — Semangat membangun generasi muda yang berani berkata tidak pada narkoba mengemuka dalam Training of Trainer (TOT) SATGAS GALAKSI MAN 1 Yogyakarta, Sabtu (8/8/2026). Mengusung tema “Nandur Kabecikan, Ngrembaka Pangowahan: Membangun Generasi Bersih Narkoba,” kegiatan ini mempertemukan pelajar lintas sekolah untuk belajar, berdiskusi, dan merancang gerakan pencegahan narkoba dari lingkungan terdekat.
TOT diikuti perwakilan satgas dari sejumlah sekolah di DIY, di antaranya SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMA Negeri 5 Yogyakarta, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMK Kesehatan Binatama. Sejumlah organisasi bidang MAN 1 Yogyakarta seperti OSIS Nurul Jadid, KIR LIBA, Baramansa, KPGR Lebah Gunung, PIK-R Exalta, Tonti Sagara, dan Romansa El Hakim turut ambil bagian.
Pembina SATGAS GALAKSI, Farah Husna, bersama Ketua Panitia Abdurrahman Fikri membuka rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan pengenalan SATGAS GALAKSI dan jejaring organisasi peserta.
Salah satu sesi utama menghadirkan Juvita Putri Maharani, mahasiswa Pendidikan Geografi FISIP UNY sekaligus Duta Genre Inspiratif DIY 2025 dan Mahasiswa Berprestasi Bidang Penalaran UNY 2026. Melalui materi “Remaja sebagai Agent of Change: Membangun Remaja Berkarakter, Berdaya Saing, dan Bebas Narkoba,” peserta diajak melihat bahwa pencegahan narkoba tidak cukup berhenti pada slogan, tetapi perlu diwujudkan dalam keberanian bersikap dan aksi nyata di lingkungan sebaya.
Suasana TOT dibuat lebih cair melalui sesi Puspa Karya, yakni aktivitas mewarnai bunga sebagai ruang kreativitas dan refleksi. Peserta kemudian masuk dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk membedah isu narkoba sekaligus merancang gagasan program yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kepemimpinan murid.
“Generasi muda tidak cukup hanya mengetahui bahaya narkoba. Mereka harus memiliki keberanian untuk menjadi pelopor, saling menjaga, dan menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat. Melalui SATGAS GALAKSI, kami ingin murid tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi tumbuh sebagai agen perubahan yang mampu memberi pengaruh positif bagi teman sebaya,” ujarnya.
Salah satu peserta, Rivaya Shiddiqa Renata, mengaku TOT berlangsung di luar ekspektasinya. Ia menilai sesi FGD menjadi bagian paling berkesan karena peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menyusun gagasan program.
“Jujur, nggak expect ternyata seru. Bagian FGD paling berkesan karena kami bisa berdiskusi sekaligus membuat program kerja. Semoga tahun depan lebih seru lagi,” ungkapnya.
Melalui TOT ini, SATGAS GALAKSI menegaskan bahwa gerakan antinarkoba di kalangan remaja dapat dibangun dengan cara yang dekat dengan dunia mereka: berjejaring, berkarya, berdiskusi, lalu bergerak bersama. (aly & mut)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































